161. Titik Cahaya Setelah beradu argumen dengan diri sendiri, Jessica akhirnya melangkah menuju masjid tersebut. Menepis segala apa yang ada dalam pikirannya. Jemaah lelaki dan perempuan terpisah, hijab dengan kain hitam menjulang ke atas menjadi pemisah antara dua jenis kelamin tersebut. Setelah mensucikan diri, Jessica dan Nindy lekas ikut bergabung bersama jemaah yang lain. Masing-masing berbaris mengikuti shaf dengan rapi, lalu bergerak sesuai panduan suara sang imam. Rakaat demi rakaat akhirnya usai dilaksanakan. Sang imam mengakhirinya dengan ucapan salam sembari menoleh ka kanan dan kiri. Mengusap wajah, memimpin doa. Para jemaah juga ikut menengadahkan kedua tangan, sekilas menatap ke atas langit-langit, mengaminkan doa sang imam. Tak lupa, segala pengharapan dari masing-mas

