Chapter 62

1167 Kata

Kendaraan beroda empat itu terus membawa penumpang menuju satu tujuan, menyusuri jalanan yang sudah dipadati pengendara. Beruntung, ada jalan tol yang menjadi jalan pintas. Membuat mobil tidak harus ikut antre kemacetan. Kacamata gadis itu sudah dilepas sejak tadi. Menyisakan bibir tipis dan gigi gingsul yang menghiasi wajah, tentunya dengan hidung mancung menjadi sanggahan kacamata. Dia mengedarkan pandangan, sudah lama meninggalkan tanah air, beberapa toko ada yang telah berubah. Pun, dengan jalan. Rindu rasanya, sekian lama tak menatap kemacetan dan panas di kota kelahiran. Teringat momen sepuluh bulan lalu, hatinya sedikit merasa sesak. Ada perih yang sulit digambarkan. Namun, itu semua telah mengantarkannya pada pengalaman baru, kedewasaan, juga mengetahui hal yang sebenarnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN