Chapter 61

1046 Kata

Yoga tercengang. “Hah, bukain pintu? Lo kan punya tangan, kenapa harus gue yang bukain?” “Di mana-mana majikan itu dilayani sama bawahan, bukan bawahan terus protes apa yang diperintahkan sama majikan. Bukain pintu atau lo nggak usah anter gua sama sekali?” Gilang menoleh sesaat pada Yoga, lalu kembali menatap lurus ke depan. Sementara Yoga bergeming, ingin menolak tetapi tak mungkin. Serendah itukah dia sekarang, sampai harus membukakan pintu untuk sahabat dulunya itu? 160. Pasrah II Hening menyapa, hanya semilir angin yang berembus menerpa wajah tampan dua lelaki itu. Yoga masih bergeming di tempat, selanjutnya mendesah pelan kemudian melangkah menuju kereta beroda empat itu. Beberapa saat dia menoleh ke belakang, tampak Gilang masih berdiri tegak di sana dengan kedua tangan masu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN