Perdebatan dan Pulang

1117 Kata

Hana menatap sang ayah dengan tatapan memohon. Gadis itu hanya ingin tetap tinggal di rumah sauminya. Bukannya dia tidak ingin pulang ke rumah, tetapi bukankah pada hakikatnya jika seorang gadis sudah menikah wajib mematuhi suaminya? Dia sedang belajar menjadi seorang istri yang baik, penurut untuk sang suami. Namun, jika terdapat perbedaan pemikiran seperti ini, bagaimana dengan nasib pernikahannya? Burhan menggeleng pelan sembari menghela napas panjang. “Maaf, saya sudah katakan dengan tegas. Saya akan membawa Hana pulang ke rumah! Dan keputusan itu sudah bulat, tidak bisa diganggu gugat.” Bak tombak yang menusuk langsung ke arah jantung. Membuat Maya dan Hana seketika terdiam dan tak lagi bisa melambungkan harapan. Bunyi langkah seseorang terdengar, sontak tiga orang yang sejak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN