Malam telah berganti dengan cahaya sang surya. Gelap telah menjadi terang. Pagi ini, dalam ruang melati tengah mengalami kesibukan yang tak biasa. Maya, wanita berusia setengah abad itu sedang sibuk merapikan beberapa pakaian ke dalam tas. Sementara Arya, lelaki itu tengah selesai mempersiapkan mobil. Sementara itu, gadis bermata bening hanya memperhatikan itu semua. Kesibukan yang dilakukan ayah dan ibu mertuanya. Pun, dengan suster yang sedang merapikan ranjang bekas tempat tidurnya. “Ibu, apa perlu aku bantu?” tawar Hana, merasa jenuh karena sejak tadi hanya memperhatikan saja. Dia sudah seperti mandor yang mengawasi para pekerjanya. Mendengar pertanyaan itu, Maya menoleh sesaat. “Tidak perlu, Sayang. Biar ibu saja, ya,” ucapnya sembari menarik resleting. Setelah itu, membawa

