Lepas Landas

1082 Kata

Degup jantung bertalu berkali-kali lipat, Sabna menelan ludah dengan susah payah. Apa dia tidak salah lihat? Jika di sana terdapat Hanan. “Ha-hanan ... lo?” Tampak lelaki itu membuang napas dengan kasar sembari memalingkan wajah. Sesak memenuhi rongga d**a Sabna, melihat orang yang dia sukai bersikap seperti itu. “Saya sudah memaafkanmu. Pergilah ....” Setelah mengatakan itu, Hanan berbalik badan, hendak pergi. “Apa lo nggak mau nganter gue sampai depan gedung? Setidaknya sampai parkiran.” Perkataan Sabna membuat niat Hanan urung, lelaki itu bergeming sejenak sebelum akhirnya berbalik badan kembali. Menghadapi gadis tersebut. “Apa kau pikir saya mau?” tanya Hanan dengan raut datar, kedua tangannya dia masukkan ke dalam saku celana. Membuat aura semakin cool. Bukannya menjawab,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN