Kondisi Sabna

1157 Kata

Kemudian, menunduk dalam. Rasa sesak seketika memenuhi d**a, menimbulkan embun yang menggenang di pelupuk. “Hah, apa! Kenapa bisa? Hana kenapa, maagnya kambuh atau kamu nggak bisa jagain istri kamu sendiri?” cecar Maya di seberang telepon, rasa cemas sudah memenuhi hati dan pikirannya. “Maaf, Bu. Hana tadi terjatuh ke dalam kolam. Aku juga tidak tau,” sesal Hanan, kembali menunduk. Tak ada jawaban, panggilan langsung terputus sepihak begitu saja tanpa sepatah kata. Hanan mendesah pelan, apa lagi yang harus dia lakukan sekarang? Sesaat lelaki itu bergeming, menatap layar yang sudah kembali menghitam. Kemudian, menghela napas dengan kasar. Ragu, apa dia harus mengabari ayah mertua sekarang? Apa yang akan dipikirkan ayah mertuanya saat mengetahui bahwa putrinya masuk rumah sakit? R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN