“Alhamdulillah. Apa penyakit leukimia yang dia derita tidak semakin parah, kan, Dok?” . Tampak raut dokter itu berubah drastis, mengerutkan dahi. “Leukimia? Dalam hasil lab tadi, pasien tidak menderita penyakit apa-apa.” “Apa? Bukannya Sabna sakit leukimia ya, Dok? Dia bilang begitu ke saya. Katanya ... umurnya sudah tidak lama lagi.” “Tapi memang dalam hasil lab tidak ada, Mas.” Dokter itu masih tetap pada pendirian awal, menyatakan bahwa Sabna memang tidak memiliki riwayat penyakit apapun. “O-oh ... mungkin saya salah dengar, Dok, waktu itu. Terima kasih banyak, Dok.” “Iya, sama-sama. Pasien sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang rawat. Mas baru bisa menjenguknya setelah dipindahkan.” “Baik, Dok. Terima kasih.” “Kalau begitu, saya pamit kembali ke ruangan.” Hanan mengangguk, me

