“Kenapa kalian diam saja? Cepat, tolong gadis itu!” tunjuk Hanan pada Sabna, gadis bermata belo itu sudah hampir tenggelam, tak peduli kenapa sahabat masa kecilnya itu bisa ada di sini. “M-mas ... to-tolong ....,” pinta Hana lirih sebelum akhirnya tenggelam. Tak peduli penampilan yang masih terlihat cool dan rapi, Hanan langsung terjun ke kolam, menghiraukan peringatan orang-orang jika kolam itu suhu airnya teramat dingin. Sekarang, yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana caranya agar bisa menolong Hana. Melihat perbuatan mulia Hanan, hati para pengunjung tergugah. Dua pemuda berpakaian casual langsung terjun menolong Sabna, membuat suasana seketika menjadi tegang. Pasalnya, dua gadis yang sejak tadi menjadi pusat perhatian mereka, tengah dalam ambang maut. Keduanya tidak sadarka

