Hana mengangguk, membiarkan suaminya itu pergi ke toilet, sedangkan dirinya masih belum puas menikmati suasana. Gadis bermata bening itu menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya secara perlahan seraya memejamkan mata. Terasa begitu damai menyelimuti jiwa, udara yang diraskaan begitu sejuk tak terkira. Menyadari tengah berada di tempat umum, lekas membuka mata. Mengedarkan pandangan, ramai sekali. Tak sedikit dari mereka yang sesekali melihat ke arahnya, mungkin karena gadis secantik dirinya berjalan sendirian. Mereka tidak tahu saja, jika rajanya tengah pergi untuk sementara. Jika sudah kembali, maka mereka akan menundukkan pandangan. Secara sorot mata Hanan begitu tajam bak elang yang siap memakan mangsa. Masih merasa penasaran, Hana melangkah beberapa kali di tepi kolam. Meneli

