Penculikan

1447 Kata

Aleron menatap curiga kedua pria berbadan kekar yang menjemputnya kali ini dengan tatapan datar dan tanpa ekspresi. Meski dalam hati dirinya tetap waspada, Aleron patuh saja ketika mereka menggiringnya masuk ke dalam sebuah mobil hitam dengan kaca film. Bukan tidak tahu jika dirinya berada dalam bahaya, hanya saja ia tidak ingin memperburuk keadaan dengan berteriak atau memberontak. Dirinya akan melawan tentu saja, tapi bukan dengan cara yang kekanak-kanakan. Kekanak-kanakan? Ya, meski baru berusia lima tahun, tapi Aleron sudah memiliki pemikiran yang cukup matang. Selain karena Nenek Marina yang mengajarkan dirinya untuk bisa menjadi pria sejati juga karena Ayahnya yang pernah memiliki trauma terhadap kakak kembarnya yang juga bernama Aleron, sejak kecil sudah mendidiknya dengan segala ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN