"Kenapa terus melihatku? Terpesona?" Ale bertanya kepada sang istri yang sejak beberapa menit yang lalu masih saja menatapnya. "Ahh, tidaaak..." Shera buru-buru memalingkan wajah karena ketahuan sedang memperhatikan suami tampanya itu. Tampan? Ya, jika sedang dalam kondisi mengendalikan helikopter seperti ini, Ale memang terlihat sangat tampan. Shera mencubit kedua pipinya, untuk melihat apakah semua ini hanya mimpi? Ternyata tidak, pipinya sakit saat ia cubit, itu berarti semua ini nyata. Helikopter ini nyata dan sosok Ale pun nyata. Ale tersenyum menyaksikan tingkah Shera melalui sudut matanya. "Apa yang kau pikirkan?" Ale penasaran. "Tidak ada, ehh... hanya bingung, apakah semua ini nyata?" "Ehh?" Ale tidak mengerti kemana arah pembicaraan sang istri. "Ini semua, dirimu, helikopter

