011

1041 Kata
“Kau sudah banyak berubah, Bryan. Kau sukses sekarang ini, bukankah itu bagus, kau juga bisa membantu perusahaan ayahmu agar semakin berkembang.” Donita tanpa rasa malu membicarakan kesuksesannya dan ingin memanfaatkannya untuk perkembangan perusahaan Marcel. Bryan terlihat tersenyum tipis menanggapi perkataan Donita, lalu melirik ke arah Marcel yang masih menatap dirinya tajam. “Sungguh lucu,” batin Bryan berbicara. Benar-benar tidak ada rasa khawatir Marcel terhadap dirinya. Pada anak kandung yang sudah lama menghilang dari hadapannya, bahkan pergi saat keadaan marah. “Membantu perusahaan?” ucap Bryan membuat Donita terlihat senang jika benar Bryan akan membuat perusahaan Marcel semakin berkembang, sejajar dengan perusahaan Asahi Nexus yang mampu bersaing di Asia atau bahkan International. “Sayangnya aku tidak tertarik,” ucap Bryan membuat Donita menggeram kesal. Namun perasaan Donita tidak bisa diperlihatkan begitu saja, ia tahu Bryan sangat sulit untuk ditaklukan, dari sejak Bryan masih sangat muda. Kini Bryan bahkan terlihat lebih dingin, tegas, dan lebih kuat karena memiliki kekayaan di belakangnya dibandingkan dirinya dan Marcel. “Jangan sombong kau, Bryan!” ucap Marcel, nada bicaranya terdengar berat, seolah menahan amarah, melihat Bryan yang terlihat meremehkan dirinya. Marcel tentu tidak mau jika harus diremehkan oleh anak kandungnya sendiri. “Kau anakku, sudah seharusnya kau membantu perusahaan keluargamu!” tambah Marcel. Mendengar itu membuat Bryan tertawa. “Keluarga?” “Sejak kau menikahi wanita ini, aku sudah merasa tidak memiliki keluarga. Kedatanganku kemari, untuk memberitahu jika aku akan mengambil apa yang seharusnya aku miliki! jadi persiapkan saja diri kalian!” Kata-kata Bryan terdengar serius dan mengancam mereka yang sedang bersenang-senang dengan apa yang bukan milik mereka. Marcel semakin kesal dan marah mendengar perkataan Bryan, seolah ia tidak memiliki hak atas apa yang dinikmati saat ini. Meskipun ia tahu, Reina mewariskan semua yang dimilikinya pada Bryan, tapi Marcel tidak menerima itu, karena itu, ia ingin membuat Bryan tunduk padanya, pada rencana yang sudah di atur. Namun sayangnya, Bryan yang kini di hadapannya, semakin sulit diatur, atau bahkan lawan. “Kau tidak akan mendapatkannya!” sergah Marcel, yang akan melakukan segala cara untuk membuat Bryan tidak akan merebut apa yang dimilikinya saat ini. “Benarkah?” ucap Bryan nadanya terdengar dingin. Donita yang sejak tadi terdiam karena Bryan semakin menekan mereka untuk bersiap akan kehilangan segalanya. Kini ia menegakkan bahunya, menghembuskan nafas seolah ia harus bersabar untuk menghadapi Bryan yang kini sangat sulit disentuh. Donita menggenggam tangan Marcel, seolah meminta suaminya untuk diam dan tidak lagi membuat Bryan marah. “Ya semua milikmu, kau bisa memilikinya, Bryan. Tapi walau bagaimanapun, kita adalah keluarga, jangan sampai berselisih ke depannya.” Marcel tahu apa yang direncanakan oleh Donita, meski begitu ia memang tidak bisa menahan amarahnya jika melihat Bryan yang tidak bisa tunduk padanya, pada seorang ayah. “Itulah yang ingin aku dengar, Donita, kau harus tahu posisimu, jika kau bukanlah bagian keluarga!” ucap Bryan datar membuat Marcel berdiri dari duduknya dan langsung menampar Bryan. PLAK! “Kau semakin sulit diatur, Bryan! dengan siapa kau tinggal hingga kau semakin memiliki kepribadian yang pembangkang! Meskipun kau lebih kaya dari ayahmu, seharusnya kau masih memiliki adab yang baik!” cecar Marcel pada Bryan yang hanya menatap tajam sang ayah tanpa rasa bersalah. Bryan kini lebih memilih menatap Donita yang terlihat terkejut, atau pura-pura terkejut, melihat reaksi Marcel yang membela dirinya. “Untuk apa kau terkejut? Bukankah selalu seperti ini, ayahku tidak pernah peduli padaku, pada ibuku, hanya kau, wanita jalang yang tidak tahu malu merebut semuanya!” geram Bryan tanpa rasa takut, dan kini menatap ayahnya yang masih terlihat marah, apalagi setelah kembali mendengar Bryan mengatakan hal yang keterlaluan pada Donita. Bryan memang anaknya, tapi Marcel lebih memilih membela Donita yang sudah sejak lama dicintainya, bahkan sebelum menikah dengan Reina. Tapi tentu saja, Reina-ibu dari Bryan tidak tahu akan hal itu. Namun berbeda dengan Bryan yang sudah mengetahuinya, Marcel yang tidak pernah setia dengan mereka, dan hanya ingin memanfaatkan apa yang dimiliki oleh Reina. Bryan pun yakin ada hal lain yang mungkin disembunyikan oleh Marcel yang belum bisa diungkapkan, selain rahasia dimana Donita yang mungkin salah satu penyebab kematian ibu kandungnya. “BRYAN!” Marcel membentak Bryan agar berhenti mengatakan kalimat jahat pada Donita. Bryan menatap ayahnya dan lalu pergi tanpa sepatah katapun yang keluar, tapi saat tubuhnya sudah berada di ambang pintu, Bryan membalikan badannya, menatap mereka yang sangat kesal padanya. “Jangan memasuki gedung perusahaan Asahi Nexus, jika kalian masih ingin menikmati semua ini. Jangan mengganggu, jika kalian ingin tenang!” ucap Bryan, dan kemudian pria berdarah dingin itu benar-benar pergi dari hadapan Marcel dan Donita. Kepergian Marcel semakin membuatnya marah, tidak terima Bryan berada di atasnya. Sombong dan arogan, itulah yang ada dipikiran mereka, entah bagaimana cara agar membuat Bryan tidak lagi membangkan pada mereka? Donita pun berpikir akan sulit untuk membuat Bryan dijodohkan dengan Jessica, melihat Bryan yang sulit diajak komunikasi. Donita pun menyalahkan Marcel yang tidak menahan amarahnya sehingga membuat Bryan sangat sulit di sentuh. “Tidak bisakah kau melunak, jika ingin mendapatkan apa yang kau mau! sifatmu dan Bryan benar-benar mirip, keras kepala! sekarang, semuanya semakin terasa sulit!” kesal Donita. Donita meninggalkan Marcel yang sulit menahan amarahnya. Marcel terlihat tidak peduli, baginya apapun yang dilakukan adalah hal benar, seorang ayah yang seharusnya dihormati oleh anak, bukan sebaliknya. “Ayah Reina? jika benar, sekuat apa dia?” geram Marcel ketika mengingat selama ini Bryan berada di Jepang, yang mungkin bersama dengan ayah dari mendiang istrinya. Karena tidak ada lagi yang bisa Bryan andalkan. Namun jika benar begitu, ia tidak pernah menyangka jika identitas Reina tidak biasa, tidak heran jika Reina memiliki perusahaan besar yang kini dikelola olehnya. Sementara itu setelah keluar dari rumah ayahnya, Bryan yang sedang terdiam di dalam perjalanan, dengan pandangan kosong, membuat Souta khawatir. “Saya kira, anda akan langsung menyingkirkan mereka?” “Belum saatnya. Masih banyak yang harus diselidiki dan apa yang mereka rencanakan? meskipun aku tahu, jika mereka menginginkan apa yang aku miliki!” Souta mengangguk mengerti, “harta, tahta, kehormatan. Manusia memang mudah terlena dengan semua itu. Lalu apa rencanamu selanjutnya? Mengenai Donita, wanita itu pasti sedang menyusun rencana untuk bisa mendekatimu dengan Jessica.” Bryan tersenyum tipis, mendengar nama wanita jalang lainnya yang disebutkan Souta. “Aku penasaran, mereka memiliki hubungan apa?” Souta pun tersenyum seolah tahu apa yang dimaksud oleh Bryan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN