009

1143 Kata
Jessica datang ke kediaman keluarga Alder, dengan senyum yang mengembang ia membayangkan akan menjadi seorang istri dari pria tampan dan kaya. Meskipun belum bertemu dengan Bryan tapi ia yakin bisa segera memiliki pia tersebut tentunya dengan bantuan Marcel dan Donita. Jessica disambut baik oleh Donita, di ajaknya menuju ruang keluarga. Sebelum Marcel bergabung dengan mereka, Donita berbicara dengan Jessica, meyakinkan wanita seksi itu untuk tetap menjalankan rencana yang sudah mereka atur. “Mungkin akan sulit untuk bisa dekat dengan Bryan, tapi aku masih memiliki seribu cara untuk bisa membuat Bryan menjadi milikku, kau tidak perlu khawatir, aku akan melakukan dengan berbagai cara,” ucap Jessica. Donita mengangguk puas, ia berharap Jessica mampu menaklukan Bryan dengan mudah. “Dulu aku sempat bertemu dengannya, pria itu benar-benar dingin, bahkan tidak peduli padaku, aku tidak mungkin menyerah, justru sangat tertantang untuk bisa mendapatkannya.” Jessica kemudian menjelaskan jika dirinya sudah sangat tertarik pada Bryan, karena hanya pria itu yang tidak tertarik melihat tubuhnya yang selalu memakai pakaian terbuka. “Aku tidak tahu kau pernah bertemu dengannya?” tanya Donita heran. “Sudah sangat lama, saat Bryan belum menghilang dari pandangan kalian. Kau tahu, aku benar-benar ingin mendapatkannya, bahkan dengan segala yang dimilikinya saat ini, ku dengar saat di Jepang dia bahkan tidak begitu tertarik dengan wanita, maka jika aku berhasil mendapatkannya, kau tahu kepopuleran aku akan semakin meningkat. Dengan bantuanmu juga ayah Bryan, tentu itu seharusnya menjadi jalan yang mudah untuk bisa mendapatkannya,” terang Jessica sudah membayangkan jika ia berhasil menjadi wanita Bryan Hiroshi. Donita mengangguk puas, ia tahu Jessica adalah orang yang bisa diandalkannya, karena sifat liciknya sangat mirip dengannya. Marcel pun tiba dan bergabung dengan mereka. “Kau sungguh ingin melanjutkan perjodohan ini?” tanya Marcel. “Tentu, aku tidak sabar untuk bisa bertemu dengannya,” seru Jessica. “Aku bahkan sulit untuk menemuinya, lalu bagaimana kau bisa yakin untuk bisa mendapatkannya?” tanya Marcel dengan serius. “Ada banyak cara, dan tidak mungkin seorang pria akan tetap kuat dengan segala godaan dari wanita bukan? yang pasti aku akan mendekatinya dengan perlahan,” ucap Jessica. Marcel mengangguk, “jika kau yakin aku akan membantumu untuk mendapatkannya dengan sumber daya yang akan aku berikan padamu. Namun jika kau tidak berhasil, semua itu akan aku ambil kembali. Bryan adalah anak yang sulit dan keras kepala, bahkan kepada ayahnya di sangat membangkan. Aku mengandalkanmu, untuk bisa mendapatkan hatinya agar kita bisa sama-sama menjadi bagian dari Asahi Nexus.” Bukan itu saja, tentu Marcel membutuhkan Bryan karena perusahaannya masih memiliki bagian saham atas nama Bryan Hiroshi, ia ingin semua itu akan tetap menjadi miliknya. Agar kedepannya ia masih tetap aman, tidak akan kehilangan apapun. Marcel terlihat sama sekali tidak peduli pada Bryan, baginya yang terpenting harta kekayaan dan kekuasaan, dan lagi ada satu hal yang sudah lama ia sembunyikan, untuk sebuah rencana besar yang ia harap akan terlaksana, bersama dengan Donita. “Kau bisa mengandalkanku,Tuan Marcel.” Jessica tersenyum senang karena ia mendapatkan dukungan penuh dari Marcel untuk bisa mendapatkan Bryan. **** Pagi harinya di kediaman Bryan, terlihat Laura sedang memasak sarapan untuk Bryan dan juga dirinya. Bryan mengetahui Laura memasak dari Souta saat terbangun dari tidurnya. Pria tampan itu terlihat tersenyum seolah ia memiliki hal baik saat bangun di pagi hari. Ia berjalan ke arah dapur, melihat Laura yang semangat saat memasak, dibantu oleh beberapa pelayan. “Kau bisa memasak?” tanya Bryan mengejutkan Laura. “Anda datang tanpa suara dan itu cukup mengejutkanku. Ya aku bisa, karena semua pekerjaan rumah aku yang lakukan, sebelum bertemu denganmu,” ucap Laura membuat Bryan terdiam. Bryan teringat kehidupan Laura sangatlah tidak baik ketika bersama dengan orang tuanya di desa, mereka benar-benar tidak pernah memperlakukan Laura dengan baik. “Kau tidak merindukan mereka?” tanya Bryan saat duduk di kursi untuk mencicipi makanan yang dibuat Laura. “Tidak, untuk apa, mereka bahkan tidak mungkin mengkhawatirkanku disini. Mereka sedang senang-senang dengan uang yang kau berikan,” jelas Laura. Bryan mengangguk mengerti dengan sikapnya mereka yang seperti itu tentu tidak akan peduli dengan Laura, bahkan ia yakin cepat atau lambar mereka akan mencari Laura dan meminta lebih darinya. “Jika mereka tahu siapa aku, mungkin mereka akan mencarimu,” ucap Bryan datar tanpa melihat wajah Laura yang terlihat sendu. “Aku tahu, itulah mengapa aku ingin bekerja, agar mereka tidak perlu mengganggu,” ucap Laura. Bryan menatap Laura, ia melihat Laura yang kembali tidak lagi bersemangat. Awalnya ia sudah cukup senang saat melihat Laura sudah nyaman dengannya, tidak merasa takut ataupun terintimidasi. Tapi kemudian ia tahu, Laura belum percaya dengan pernikahan ini, belum yakin jika pernikahan ini tidak akan berjalan lama. Seolah Laura berpikir sewaktu-waktu akan membuangnya. Namun, Bryan pun tidak tahu jalan ke depan akan seperti apa, apakah ia menyukai Laura? Atau ia hanya penasaran dengan wanita yang sudah menggetarkan hatinya. Bryan tidak tahu itu cinta, yang ia tahu ia hanya ingin membuat Laura nyaman dengannya saat ini, dan mencari tahu apa yang sebenarnya dirasakan olehnya pada Laura. “Mereka tidak akan bisa menggangguku, kau tidak perlu khawatir, dan untuk pekerjaan, sudah aku katakan kau tidak diizinkan!” ucap Bryan tegas.. Laura mengangguk lemah, “kau mengurungku disini, kau tahu!” “Tidak! kau bisa berjalan-berjalan, berbelanja, atau pergi ke tempat wisata, bersama dengan Mery, dan satu pengawal yang akan menjagamu,” ucap Bryan. Laura terdiam mendengar semua perkataan Bryan. Perlakuan Bryan seolah menjadikannya seorang istri yang dimanjakan oleh suaminya. Dengan ragu Laura bertanya pada pria tampan di hadapannya. “Bryan, apakah pernikahan ini benar-benar serius, aku hanya ingin meyakinkan. Karena sejak awal kau bicara tentang nafkah, dan segala hal yang memang wajar dilakukan oleh seorang suami pada istrinya. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan? karena jujur aku masih ragu dengan apa yang terjadi dalam hidupku.” “Bukankah aku sudah jelaskan sejak awal, pernikahan ini memang tidak main-main. Aku hanya memberimu waktu untuk menerima semua ini, begitupun denganku. Namun jika setelah waktu yang sudah berjalan lama, dan tidak ada perubahan pada diri kita, semua akan berakhir. Pernikahan ini semua tergantung padamu dan aku.” Laura terdiam, ia mencoba mengerti apa yang diinginkan oleh Bryan, yang ingin mencoba saling mengerti satu sama lain, atau mungkin agar bisa saling jatuh cinta hingga pernikahan ini akan menjadi pernikahan yang bahagia. “Itu artinya kau mencoba untuk membuka hatimu dan aku mencoba membuka hatiku untukmu, kau tidak keberatan dengan latar belakangku jika memang pernikahan ini serius?” “Jika tidak aku kau tidak akan disini dan diperlakukan baik olehku! Ingat apa yang aku katakan sebelumnya, kau milikku, jika kau tidak bisa membuatku jatuh cinta padamu, maka aku bebas melakukan apa yang aku inginkan pada dirimu, kau bisa aku jual, atau aku lakukan hal lainnya yang tidak akan membuatmu nyaman!” Deg … Kini Laura kembali merasakan takut, jalan yang ia lalui belum benar-benar aman. Apa yang harus dilakukannya, apa ia harus mencoba untuk membuat Bryan jatuh cinta padanya, agar hidupnya aman?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN