008

1049 Kata
“Untuk apa kau bekerja? Semua kebutuhanmu sudah tersedia disini,” ucap Bryan. Bryan tidak mau Laura harus keluar dari pengawasannya, karena itu akan menjadi resiko baginya, apalagi jika kelak akan diketahui oleh Marcel, dan ibu tirinya. Bryan yakin itu akan membuat mereka mendapatkan celah untuk mendekatinya. “Aku… aku tidak bisa terus tergantung padamu,” ucap Laura merasa sedih jika sampai Bryan tidak mengizinkannya bekerja. Lagipula Laura merasa harus bisa menghasilkan uang untuk bisa membayar kembali uang yang sudah dikeluarkan oleh Bryan. Akan tetapi, dua milyar adalah uang yang tidak sedikit entah harus berapa lama jika memang ia harus bekerja dan mengumpulkan uang tersebut. “Mintalah yang lain, aku tidak mengizinkanmu bekerja!” tegas Bryan dan itu cukup membuat Luara kesal dan putus asa. “Bukankah kau bilang aku bebas melakukan apapun? tapi kau tidak mengizinkanku untuk bekerja! Aku harus bisa mengganti uangmu,” ucap Laura dengan nada kesal. Laura terlihat berani karena Bryan tidak konsisten dengan ucapannya, jika bisa bebas melakukan apapun, jika seperti ini Laura hanya bisa diam di dalam rumah dengan penjagaan ketat, itu artinya Laura sedang terkurung dalam sangkar emas. Bryan menatap Laura tajam, kakinya melangkah mendekati Laura. Wanita cantik itu mulai merasa takut, karena Bryan terkadang memperlihatkan sifat yang membuatnya tidak bisa melakukan apapun, gugup takut, dan merasa dirinya semakin kecil. “Ya, kau bebas melakukan apapun, kau boleh bersantai, belanja, apapun selain bekerja, kau menghina ku karena kau pikir aku tidak bisa menafkahimu? Laura, meski aku seperti ini aku tahu arti sebuah pernikahan. Dan, aku tidak mau karena kau bekerja sehingga akan membuat orang mengetahui siapa dirimu, ingat pernikahan kita itu adalah rahasia!” Setelah mengatakan itu, Bryan menjauh dari Laura, keluar dari kamarnya, perasaan dan pikiran Bryan terasa kacau, mengapa ia berkata seperti itu pada Laura? “Ada apa denganku?” gumam Bryan sambil melangkah jauh dari Laura. Sedangkan Laura, ia terlihat sedih karena tidak bisa bekerja, tidak mengumpulkan uang, harus tergantung pada Bryan. “Lalu bagaimana aku bisa mengganti uangnya, jika aku tidak boleh bekerja?” gerutu Laura. Laura melangkah menuju ranjang, duduk termenung, wanita cantik itu terlihat tidak semangat, entah apa yang akan dilakukan olehnya di rumah besar ini? Hingga ia mengingat kata-kata yang dilontarkan oleh Bryan. ‘Nafkah’ “Apa dia berpikir untuk serius dalam pernikahan ini?” gumam Laura. Namun kemudian kepalanya menggelengkan dengan keras, “hahaha itu tidak mungkin? Tapi … kata-katanya?” “Aku terlalu banyak berpikir!” Laura merebahkan dirinya, menutup matanya seolah ia merasa lelah karena sudah banyak hal yang ia lalui, dimulai dari desa hingga sampai saat ini ia sudah menjadi istri dari Bryan Hiroshi, pria kaya raya. Hingga terpikirkan bagaimana Hadi, Mirna, Naura di desa saat ini? Laura hanya menebak mereka hidup dengan baik, dengan uang yang mereka dapatkan, tapi Laura meyakini jika mereka pun akan cepat kembali melarat karena sifat boros, foya-foya ada dalam diri mereka yang tidak akan mudah hilang. Hingga saat itu tiba, Laura berharap mereka tidak akan mencarinya. Sementara itu Bryan yang kini sudah berada di ruang kerjanya, melihat banyaknya pekerjaan yang menumpuk membuatnya berdecak kesal. Souta datang padanya dan tersenyum melihat Bryan kesal dengan begitu banyak pekerjaan. Bryan menyadari kedatangan Souta. “Bagaimana dengan Aokiba?” “Semua baik-baik saja, tidak ada masalah. Tapi apakah anda benar-benar tidak akan terlalu fokus pada Aokiba?” Bryan terdiam, ia melangkah untuk duduk di kursi kerjanya. Ia mengingat semua perkataan dari mendiang kakeknya. Jika semua keputusan akan ada padanya, entah dia akan tetap mempertahankan Aokiba atau meninggalkannya. “Bryan, kau bisa memilih untuk tetap menjadi pemimpin atau tidak di Aokiba, ketahuilah jika Reina tidak pernah membawamu kemari karena tidak mau kau sepertiku. Maka dari itu semua keputusan ada padamu. Dan untuk perusahaan, itu memang kau yang memilikinya setelah aku tiada, semua penghasilan dari sana tidak termasuk dengan pekerjaan kotor. Kau harus bisa mempertahankan atau mengembangkannya.” Kata-kata itu terus terngiang di telinganya. Aokiba memang sebuah kelompok yang cukup berbahaya dan gelap, perdagangan senjata, pembunuh bayaran, atau menyiksa siapapun yang sudah menyinggungnya. Banyak hal kotor lainnya yang juga dilakukan di dalamnya. Tentu Reina–ibu dari Bryan tidak mau anaknya terjerumus ke dalam hal itu. Namun, dengan Aokiba, Bryan dengan mudah mendapatkan informasi apapun tentunya dengan cara yang ilegal. Termasuk menghukum orang yang sudah bermasalah dengannya, dan kini adalah saat dimana ia akan menghukum, mereka yang sudah jahat padanya, pada ibu kandungnya, Donita Alder dan juga Marcel. “Untuk saat ini aku hanya ingin fokus untuk menghukum mereka. Mereka sudah terlalu lama bersantai menikmati apa yang seharusnya tidak dimiliki!” Tatapan Bryan semakin tajam jika sedang membicarakan mereka, rahangnya pun mengeras sehingga ruangan itu terasa mencekam, Souta bahkan selalu takut jika melihat bosnya dalam keadaan marah. “Kau selidiki apa yang aku minta?” tanya Bryan pada Souta. “Sudah, tapi aku belum menemukan apapun, wanita itu cukup ahli dalam menyembunyikan sesuatu, tapi yang jelas mereka memiliki hubungan yang erat. Aku masih menyelidikinya lebih untuk lebih jauh lagi,” jelas Souta. Bryan mengangguk, mencari informasi memang tidak semudah itu, tapi setidaknya ia tahu jika semua ini masih terikat pada wanita yang menjadi ibu tirinya, dan Jessica adalah seseorang yang diandalkan olehnya. “Souta, untuk saat ini aku ingin kau fokus untuk menggantikanku di Aokiba, aku percaya padamu. Kau tidak perlu mendapat izinku, kecuali kau meragukan sesuatu dan ada masalah besar di dalamnya!” tegas Bryan membuat Souta mengangguk patuh. Souta sangat setia pada Bryan, karena sebelum menjadi tangan kanan Bryan ia sudah bekerja dengan Kakeknya. Menjadi orang yang sudah sangat dipercaya, meski Bryan lebih muda darinya, tapi Souta tidak keberatan sama sekali. “Aku mengerti, aku akan melaporkan apapun padamu, lalu bagaimana dengan ayah anda, apa anda berniat untuk menemuinya? kurasa dia tidak akan berhenti untuk bisa bertemu denganmu,” ucap Souta. Bryan tersenyum, tatapannya berubah licik, “pria itu sangat ingin memanfaatkanku, untuk bisa membuat perusahaan semakin besar.” “Beritahu Melvin, untuk segera menanam saham di perusahaan ayahku, investasikan yang banyak, biarkan mereka merasakan terbang di atas awan, hingga aku akan menjatuhkan mereka ke lubang yang paling dasar!” Souta tersenyum mendengar perkataan Bryan, rasa benci bosnya terhadap keluarganya tidak pernah menghilang bahkan semakin besar. Bryan menyeringai, waktu yang sudah lama ia nantikan akhirnya tiba, mereka yang akan segera merasakan kehancuran. “Donita Alder, aku akan mengulitimu, hingga semua keburukanmu terbongkar!” “Bersiaplah untuk menjemput kalian!”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN