Rumah Zella

1008 Kata
“Lho Renn Zella mana?” Adhira telah sampai di tempat Renna berdiri saat ini. “Kagak tau, Gue kira dua bareng Lu Dhir,” ucap Renna, “Lha Gue kira malah tadi bareng Lu Renn?” ucap Adhira. “Teros aja saling ngira-ngira sampe bumi berjalan lurus,” ucap seseorang yang Adhira dan Renna kenali, siapa lagi kalau bukan Zella zelli. Dhira dan Renna menoleh ke arah suara Zella, karena Zella tadi datang dari arah belakang. “Lo dari mana aja?” tanya Adhira, “Heh yang haruanya tanya gitu itu Gue, Gue udah nunggu lama lho ini di sini,” ucap Renna menyindir kedua sahabatnya. Adhira dan Zela pun hanya cengengesan saja. “Hehe ya mangap Renn, soalnya Gue tadi kan butuh waktu buat perjalanannya ke sini,” ucap Adhira cengengesan. “Iya bener tuh, Gue juga ada urgenci di sono, but Gue bisa handle bro,” Zella menepuk-nepuk dadanya sombong. “Heleh taik Lo pada, begaya lu bikang butuh waktu perjalanan, Lu pada kira kita beda benua heh?” Renna mulai nyerocos dan nyinyir. Ia memang jarang ngoceh, tapi sekakinya mengoceh bisa panjang nan pedas. “Iye iye udah, yuuk buk Renna kita pulang, nanti penyakit darah tingginya kumat lho kali marah-marah mulu,” ucap Zella mencoba menenangkan Renna. Namun bukannya tenang, Renna malah mengeluarkan tanduk singanya. Eh, singa pan kagakbada tanduknya b**o! Haha. “Oh jadi Lu doain gue penyakitan gitu? Hah!” ucap Renna sembari menggulung kedua lengan bajuny ke atas. Adhira yang melihat itu pun langaung menghentikan mereka, namun jangan khawatir mereka hanya bercanda saja. “Lha bukan begitu Reen, aduuuuh Reen,” Ucap Zella keaakitan, karena Renna menjewer telinga Zella. Tiiiiin tiiin tiiiiin Adhira sudah dudud di bangku penumpang, ia juga tiba tiba menghidupkan mesin mobil. Renna dan Zella yang tadinya sibuk bertengkar, menoleh ke arah dalam mobil. Mereka berdua terkejud melihat Adhira sudah duduk manis di sana. “Ayo bro!” ucap Adhira dengan gayanya. Zella dan Renna langsung berpandangan, seperti merencanakan sesuatu. Benar saja, Renna dab Zella langsung masuk ke dalam mobil dan menggeser tubuh Adhira jauh. Adhira pun terjatuh dari dalam mobil, karena Renna yang mendorongnya. Dan saat ini Renna juga sudah duduk nyaman di belakang kemudi, ia mengeluarkan lidahnya guna mengejek Adhira. “Dah masuk sono Dhira! gue tinggal nih,” perintah Renna, sembari mengisyaratkannya dengan dagu lancipnya. “Nye nye nyeeeee,” Adhira mergumam tak jelas mengejek Renna, saat ini ia sudah duduk di samping kemudi, yang tak lain dan tak bukan duduk di samping Renna. “Lagian Elu sih Dhir, pake acara mau nyetir segala dah,” ucap Zella. “Becanda guys hihi,” ucap Adhira sembari cengengesan. Renna pun menghidupkan mesin mobilnya, dan pergi untuk pulang. Mereka cukup puas dengan kegiatan mereka hari ini. Mereka berharap apa yang mereka berikan bisa dapat meringankan sedikit beban mereka yang membutuhkan. *#* “Lo gak di cariin Bokap Lu Dhir?” tanya Renna khawatir, sebab tadi Adhira hanya pamit kepada ibunya saja. “Enggak tuh Renn, berarti gue diizinin,” Adhira menoleh ke arah Renna dan Zella. “Syukurlah kalo gitu kan aman,” ucap Renna menghembuskan nafasnya lega. “iya tuh Dhir,” imbuh Zella yang sedang menuangkan minumannya. Adhira pun mengangguk untuk menanggapi kedua sahabatnya. Saat ini mereka sudah sampai di rumah Zella, ya Adhira dan Renna menginap di rumah Zella lagi. Mereka sedang berada di ruang tengah rumah Zella, untuk mengistirahatkan tubuh mereka sejenak sambil menonton tv. Dreerrrrrt dreeeeeett dreeeeeet Suara dering telepon terdengar, Adhira dan Renna yang ada di sana pun saling pandang. Lalu Adhira mencari hp nya, dan kemudian mengangkat aambungan tersebut. “Ya hallo Xel?” tanya Adhira, ternyata si penelpon adalah Exel kekasihnya sendiri. “gak papa, kangen aja Dhir. Jalan-jalan bisa? Bisa yaaa,” bujuk Exek kepada Adhira. Sebenarnya saat ini Adhira sangat capek, cuman ia kemarin sudah berjanji kepada Exe. Mau tak mau Adhira harus mengiyakan kemauan kekasihnya itu. “Oke deh, jemput di rumah Zella,” ucap Adhira pasrah. “Siyaaaap sayang, otw,” suara Exel terdengar antusias dan senang. Adhira pun terkekeh mendengar suara kekasihnya itu. “Yaudah, Gue siap-siap dulu,” ucap Adhira, “Oke, babay,” ucap Exel, “Hmmm,” Adhira memutuskan sambungan teleponnya. Kemudian ia terduduk lemas di sofa, sembari menghela nafas panjang. Sepetinya Adhira cukup lelah dan sedikit pegal di tubihnya. “Kenapa Lo?” tanya Renna yang melihat gerak gerik Adhira. “Exel mau ke sini, jemput Gue Ren,” ucap Adhira, “Lha terus ngapa lu kayak males gitu oon?” ucap Renna santai, sembari menyuapkan cemilan ke dalam mulut kecilnya. “Gue lagi capek Rennn huaaa, rada pegel badan gue,” ucap Adhira, sembari menyentuh pinggangnya yang sedikit encok sepertinya. “Lo pada gak mandi?” tanya Zela yang baru saja keluar dari kamar mandi, kemudian menghampiri kedua sahabatnya di ruang tengah. “Gue mandi di apartemen Exel aja lah,” ucap Adhira malas. “Lo mau nginep sekalian Dhir?” tanya Renna penasaran. “Iya deh kayaknya, biar ga bolak balik ntar,” jawab Adhira seadanya. “Lho? Ngapain Dhir? Eh maksudnya, lu mau pergi sama Exel? Ga capek apa?” tanya Zella tanpa jeda. “Iya Zella, ya capek sih. Cuma gue udah jani sama Exel kemaren,” jelas Adhira kepada Zella. Ting tong ting tong “Itu kayaknya Exel, Gue cabut dulu guys,” pamit Adhira padakedua temannya, kemudian ia menyambar tasnya yang ada di sofa. Benar saja saat Adhira membuka pintu, wajah Exel sudah ada di sana. “Kuy,” Exel menggandeng tangan Adhira menuju mobilnya. “Hmmm,” adhira bergumam saja guna menanggapi Exel. “Kok kayak males gitu sih Lo?” ucap Exel, sembari memperhatikan wajah lelah Adhira. “Kagak, udah yuk ke apartemen dulu ya Xel. Gue mau mandi dulu soalnya,” ucap Adhira, “Huft ok deh,” Exel menghela nafas panjang. Sebenarnya ia berniat untuk mengajak Adhira jalan-jalan malam ini. Namun sepertinya Adhira terlihat sangat lelah, padahal Exel ingin mengajaknya ke suatu tempat yang indah. Tempat yang sangat berharga nbagi Exel dan ia ingin menunjukannya pada kekasihnya Adhira Alhumaira.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN