Adhira bangun di pagi buta, lalu bersiap untuk ke sekolah. Ia sengaja berangkat sangat untuk menghindari bertemu dengan ayah dan ibunya, karena matanya yang bengkak. Bahkan ia juga sudah memakai kaca mata hitamnya. Tak lupa ia menuliskan not untuk orang tuanya bahwa ia sudah berangkat sekolah, supaya mereka tidak kawatir pikir Adhira.
“huufttt, untung aja Ayah dan Ibu masih gupek di belakang,” ujar Adhira lega. Ia pun segera memesan ojek Online untuk mengantarnya ke sekolah, bukan karena pacarnya tidak bisa menjemputnya, tapi mungkin pacarnya itu belum bangun saat ini.
Sambil menunggu tukang ojek datang, Adhira berjalan sambil menscrol sosmednya. Dengan mata yang fokus dengan handphon, ia tak melihat ada batu si depannya. Lalu, ia pun tersungkur dengan cantiknya.
“Adduuuh...kenapa pake jatoh segala sih, ini lagi si batu ngapain coba ditengah jalan? Mau bunuh diri Lu? Eh yang ada Elu yang bikin orang celaka tau ck,” omel Adhira tak jelas.
Ia benar-benar sangat kesal sekali, lalu ia membuang batu tersebut asal. Sial, ternyata batu tersebut melayang dan mengenai kepala anjing hitam dan besar. Lalu, ajing itu pun menggonggong ke arahnya dan benar ajing itu mengejar Adhira. Adhira pun segera bangkit dan entah mendapat kekuatan dari mana ia lari sekencang mungkin, tentu saja dengan keadaan lutut berdarah. Setelah beberapa menit berlari, ia bersyukur tukang ojeknya sudah datang. Namun, anehnya ojol tersebut tidak memakai jaketnya, ia malah memakai jaket kulit. Tapi itu bukan urusan Adhira, yang terpenting bisa terhindar dari ajing hitam tadi.
“Mang ayok cepetan, saya dikejar anjing itu lho. Gaaas poll mang huaaa,” ujar Adhira sambil menepuk-nepuk bahu pria tersebut. Pria yang dipanggil mang ojol tersebut pun bingung, tapi ia segera menghidupkan motornya dan pergi ketika melihat anjing hitam dan besar lewat spion motor.
“Maaf dek, mau saya antar ke mana?” ujar pria tersebut sambil melirik Adhira lewat spion motornya.
Adhira yang tengah asyik menscrol sosmed pun menoleh mendengar pertanyaan pria tersebut.
“Ke SMA Nusa Bangsa 1 mang,” jawab Adhira, lalu ia melanjutkan aktivitasnya tadi. Lalu Adhira melihat jaket pria tersebut.
“Mang kok keren gini sih, pake jaket kulit lho. Mahal lho ini mang wiih...emang jaket ojolnya kemana mang kok pake jaket kulit?” tanya Adhira penasaran. Ia juga ingin melihat wajah mang ojol tersebut, karena memang pria tersebut menggunakan masker hitam. Yang menjadi penasaran Adhira adalah mengapa dahi mang ojol ini lebih glowing dari wajahnya.
“Mang kok diem aja sih? Saya pelanggan tanya lho ini, Saya kasih bintang satu baru tau rasa nih si mamang,” oceh Adhira tak jelas.
Pria tersebut tak menanggapinya dan masih fokus berkendara. Karena merasa dicueki Adhira pun mengerucutkan bibirnya kesal, lalu membuka Hp kembali. Setelah tiga puluh menit perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di SMA Nusa Bangsa.
“Sudah sampai dek,” ujar Si pria tersebut.
Adhira yang sedari tadi fokus dengan handphonya pun menoleh, ia segera turun dan mengambil uang untuk membayar ojol tersebut.
“Ini bang uangnya pas ya,” ujar Adhira cepat.
Namun, Si pria tersebut tak bergeming. Lalu pria itu membuka helm dan maskernya dengan senyum yang menawan. Adhira tercengang melihat pria itu, ia adalah pria yang mirip dengan gebetannya jaemin. Sangking terkejut dan tidak percaya ia sampai memukul-mukul pipinya pelan, guna menyadarkan apakah ia bermimpi atau tidak. Pria tersebut yang melihat itu pun menyatukan alisnya, merasa aneh tentu saja.
“Hai, Kita ketemu lagi. Nama Saya reyno bukan mang ojol ya,” Ucapnya dengan senyuman ramah. Adhira yang mendengarnya pun meringis, malu? Tentu Adhira sangat malu. Namun, ia mencoba untuk biasa saja.
“Hai juga Kak Rey, nama Saya Adhira. Dan soal kejadian tadi maaf banget ya Kak, Dhira bener-bener ga bermaksud kayak gitu. Aduh gimana ya? Pokoknya Adhira minta dinikahin Kak. Eh em, maksud Adhira minta maaf dan Kak Rey maukan maafin Adhira?” ujar Adhira tulus. Namun Ia juga merutuki dirinya yang salah bicara dan malah salah bicara.
“Iya gapapa, lain kali hati-hati ya. Yaudah gih Kamu masuk kelas, Kakak juga mau berangkat kerja. Byee.” Ujar Reyno, dan menyempatkan mengelus lembut pucuk kepala Adhira. Adhira hanya diam terpaku tentu saja. Bahkan di saat seperti ini lupa bahwa ia sudah punya pacar. Adhira segera menyadarkan dirinya dan berjalan menuju kelas tentu saja dengan hati yang gembira.
*#*
“Hai Rennaaa.. hai Zellaa...,” sapa Adhira riang gembira. Renna dan Zella yang melihatnya pun bergidik ngeri, karena Adhira yang masih terus tersenyum sambil menyentuh ujung rambutnya.
“Haaaai Adhiraa..,” sapa Renna dan Zella bersamaan. Lalu tiba-tiba Renna jengah melihat Adhira memukul pelan lengan Adhira. Si empu pun berteriak dan melotot.
“Auu, Lo apa apaan sih Ren, kok mukul Gue? Ngerusak momen bahagia Gue tau gak Lo pada,” kesalnya, Renna malah hanya mengedikkan bahu tak peduli.
“Eh Gaees mau celita hehe,” ucap Adhira dengan nada seperti anak kecil tak lupa dengan senyumnya yang tengil.
“Apaan Dhir?” tanya Zella penasaran. Sedangkan Renna iya bertanya dengan bahasa isyarat, ia menggerakkan salah satu alisnya. Sudah menjadi kebiasaannya memang jika ia sedang malas berbicara, harus sabar memang jika memiliki teman seperti Renna ini.
“Kalian inget Mas jaemin ga? Eh ralat. Maksud Aku Mas-Mas yang wajahnya mirip banget sama Jaemin itu lho.., Daaaann,” ujar Adhira membuat Renna dan Zella penasaran.
“Oh yang itu, iya iya Zella inget,” ucap zella,
“Iye inget, Lanjooot buruan,” ujar Renna tidak sabaran.
“Tadi Gue ketemu jodoooh, eh maksudnya ketemu Mas itu, dibonceng Mas itu, dianterin ke sekolah Mas itu, diajak kenalan Mas itu, dan dielus pucuk kelapa Gueee, eh kepala Gueeee huaaa..,” Heboh Adhira,
Sedangkan Renna dan Zella pun hanya saling pandang saja. Percaya? Tentu tidak, ini bukan kali pertamanya Adhira bercerita mengenai Brother-Brothernya dari Korea itu.
“Halu teroooooos...,” ujar Renna dan Zella bersamaan.
“Gaes, ini beneran. Sumpah Gue kagak halu dah,”
Adhira mencoba meyakinkan kedua temannya tersebut. Ia menceritakan semuanya, tidak ada yang terlewatkan sedikit pun. Renna dan Zella masih ragu dengan cerita Adhira, mereka akan percaya jika mereka melihatnya sendiri.
“Ok Netizen tercinta. Gue bakal langsung video call Lu berdua pokoknya, kalo Gue nanti ketemu sama Mas Rey aw,” ujar Adhira yakin sambil mengerlingkan sebelah matanya.
“Iya daah yang penting Lu bahagia sentosa,” ujar Renna lelah menanggapi kehaluan Adhira.
“Eh iya Dhir, kok Lo manggil Kak Rey pake sebutan Mas sih? Bukannya Lo bilang sebutan Mas itu Cuma buat Suami Lo nanti?” tanya Zella penasaran. Yang sedang ditanya kini cengar-cengir tanpa dosa.
“Ya kan Kak Rey jodoh Gue, siapa tau lho ya. Gue yang berharap Allah yang kabulkan aaamiiiiin hehe. Amiinin dong netijen,” Jawab Adhira yakin. Renna dan Zella pun benar-benar jengah sudah dibuatnya.
Mereka pun kembali ke tempat duduknya masing-masing, setelah mendengar bel masuk. Semuanya mengikuti pelajaran dengan baik, ya setidaknya untuk hari ini.