First kiss

1390 Kata
“Mandi sono Xel ih, bauk tauk,” Adhira mendorong-dorong wajah Exel yang ada di dekat bahunya. “Hhmmmm,” Exel hanya bergumam saja untuk menanggapi pernyataan Adhira. Ya setelah drama panjang di pagi hai utuk membangunkan Exel, akhirnya Exel bangun dengan baju yang sedikit basah. Adhira membangunkan Exel dengan cara menyiramkan air ke wajah kekasihnya tersebut. Exel gelagapan, ia pasti sudah sangat marah. Namun melihat siapa pelakunya membuat ia menghembuskan napas kasar, sedangkan Adhira malah berkacak pinggang layaknya ibu tiri. Kemudian Exel membawa pinggang Adhira ke arahnya, ia mendudukkan Adhira di pangkuannya sepeti sekarang ini. Exel juga meletakkan kepalanya di bahu Adhira, ia tak memedulikan oceh Adhira yang tak berhenti dari tadi. “Exel ih, jauhan sono. Ntar basah bajunya Akuu,” Adhira merengek seperti bayi menurut Exel. Wah sangat menggemaskan, Exel menggigit pipi Adhira gemaas. “Adoooh, Exel Lo kan belum sikat gigi! Mulut Lo bau jigong huaaaa,” Adhira berteriak frustasi. Sedabgkan Exel malah langsung membanting tubuh Adhira di kasur, kemudian dengan cepat ia berlari menuju ke kamar mandi sembari tertawa puas. “Biar barokah Dhirr,” sahut Exel dari dalam kamar mandi. Adhira pun sangat kesal mendengar jawaban kekasihnya. “Barokah? Barokah Lo bilang? Najiz mugoladhoh nah iya. Iiih Exel nyebeliiin!” Adhira menghentak-hentakkan kakinya, saking kesalnya ia. “Hahhahahahaa,” Exel malah terdengar tertawa sangat keras dari dalam. Adhira yang kesal pun keluar dari kamar Exel, ia menuju ke meja makan makan. Ia menyiapkan roti dan selai untuk mereka berdua sarapan nantinya. Ia segera duduk dan mengoleskan selai itu pada roti, sembari menunggu Exel yang masih sibuk dengan ritual mandinya. “Udah wangi belum?” Exel tiba tiba memeluk Adhira dari belakang, dan menciumi seluruh pipi Adhira yang tadi ia gigit. Adhira tak merespon apa pun, ia masih sibuk mengoleskan selai. Melihat tak ada respon dari kekasihnya, membuat Exel terus mengganggu Adhira tanpa henti. Exel menggeser kursi yang ada di samping Adhira, ia menggeserkannya agar lebih dekat dengan Adhira dan menjatuhkan bokongnya di sana. “Masih kesel ya?” tanya Exel, ia mengulurkan kedua tangannya utuk memeluk pinggang Adhira. Adhira sendiri tak menolak, hanya saja ia tak merespon apa saja yang di lakukan Exel. Dan malah membuat Exel sebal. “Makan!” titah Adhira kepada Exel, bahkan Adhira sendiri tak melihat wajah Exel saat berbicara saat ini. Exel menoleh sebentar ke arah Adhira, kemudian ia meletakkan kembali kepalanya di bahu Adhira. “Suapin,” ucap Exel tenang. Adhira pun menyuapi Exel dengan telaten. “Jan ngelendot Xel, berat," ucap Adhira sembari mencoba menjauhkan kepala serta badan besar Exel ini. “Jangan marah,” ucap Exel sembari mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah kekasihnya tersebut. Adhira pun menunduk untuk melihat wajah Exel. Ia mempeehatikan wajah tampan kekasihnya itu, kemudian tersenyum dan mencium pipi Exel. “Mau lagi Dhir,” Exel segera menegakkan tubuhnya, dan menarik kursi Adhira agar menghadapnya. Saat ini posisi mereka saling berhadapan, bahkan lutut mereka juga saling bersentuhan. “Ape lagi Xel,” tanya Adhira sembari memutar bola matanya malas. “Mau cium lagi dong Dhir,” Exel menunjuk seluruh bagian dari wajahnya, kecualibbibir tentunya. “Males,” ucap Dhira, ia akan mengambil selai lagi, namun pergerakkannya di hentikan oleh tangan besar milik Exel. “Eh, awas lha Xel,” Adhira memukul lengan kekar milik kekasihnya itu. Ya, Exel kembali membawa Adhira di atas pangkuannya. Ia juga melingkarkan kedua tangannya di pingggang ramping milik adhira. Exel mulai mengendus-endus leher jenjang kekasihnya, aroma tubuh Adhira sangat membuat Exel melayang. Exel sangat menyukai aroma tubuh Adhira. “Exel ih,” Adhira mencoba menjauhkan kepala Exel dari lehernya, ia sangat merasa geli. “Cium mangkannya, atau Aku aja yang cium hmm,” tanya Exel, kemudian ia mulai memberikan kecupan kecupan ringan di area leher adhira. “Ok, Akubyang cium,” Adhira benar-benar tak tahan, ia bisa saja mengeluarkan suara-suara aneh nantinya dari mulut laknatnya ini. “Good girl,” Exel menjauhkan wajahnya dari leher Adhira, kemudian ia tersenyum ke arah Adhira. Adhira pun menyentuh rahan Exel dengan tangannya. Entah mengapa Adhira saatnini merasa sangat gugup, padahal hal ini bukan lah kali pertamanya bagi Adhira. Exel yang melihat ekspresi tegang dari wajah Adhira pun tersenyum, ingin sekali ia tertawa terbahak-bahak namun ia menahannya tak ingin merusak momen hehe. “Cepetan, keburu siang Dhir,” ucap Exel, yang sedari tadi melihat Adhira yang tak ada pergerakan sama sekali. “Iye iya, sabar!” ucap Adhira, ia mencoba menetralkan rasa gugupnya. Kemudian ia mulai mendekatkan wajahnya ke kawah Exel. Ia mulai mencium pipi kanan Exel, lalu di lanjut dengan pioi kiri dan bagian lainnya. Sampai hanya tersisa bibir saja yang belum pernah Adhira rasakan. Ia kemudian memejamkan matanya dan mendekatkan wajahnya kembali ke wajah Exel. Adhira mengecup bibir Exel singkat. Exel yang merasakan ada sebuar benda kenyal yang ada di atas bubirnya pun melotot. Ia tak percaya bahwa Adhira akan melakukan hal itu. “Dhir? Kamu?” tanya Exel, sepertinya ia masih tak percaya dengan apa sudah dilakukan Adhira tadi. Adhira tersenyum canggung, kemudian ia mengangguk ke arah Exel. “Ga papa hehe,” Adhira langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. “Hhaha, kenapa di tutupin mukanya?” tanya Exel menggoda Adhira. “Exel ih aku maaaluuuuu,” Adhira menggeleng-gelengkan kepalanya. Exel yang melihat itu pun langsung membawa Adhira dalam dekapannya. Adhira juga langsung memeluk Exel erat dan menyembunyikan wajahnya di d**a Exel. “Sayang banget Gue tu sama makhkuk mikro kek Lo Dgir,” Exel memeluk Adhira erat sembari menghirup aroma wangi dari rambut Adhira. “Mau berangkat sekarang?” tanya Exel setelah di rasa Adhira sudah mulai tenang. “Ga tau,” Adhira menggeleng dalam dekapan Exel. “Lho kok ga tau hmm?”Exel mengelus rambut Adhira sayang. “Exel ih Aku masih maluu sama kamu, gimana doong?” Adhira mengeratkan pelukannya kembali. Tapi Exel malah melepas pelukan Adhira dan menatap wajah Adhira yang masih merah seperti tomat. Aadhira tak melihatnya, ia menundukan kepalanya dalam, ia masih sangat malu saat ini. “Hei,” Exel mengangkat dagu Adhira dengan telunjuknya, ia menatap wahah cantik Adhira. Kemudian ia mendekatkan wajahnya ke wajah adhira. Adhira tak menolak, malah ia memejamkan matanya masih malu untuk melihat wajah Exel. Exel mendaratkan bibirnya di atas bibir mungil Adhira. Ia mendiamkannya cukup lama, sebelum akhirnya bibirnya itu mulai bergerak melumat bibir mungil kekasihnya lambat. Exel benar-benar sangat mendambakan bibir mungil ini dari dulu, namun ia tak melakukannya, karena Adhira yang memang belum mengijinkannya. Setelah di rasa cukup, Exel melepaskan tautannya dengan mata yang sayu. Adhira membuka matanya dan mengambil nafas banyak. Tak lupa Exel juga mengusap bibir Adhira yang basah dengan ibu jarinya. Ia tersenyum menatap gadisnya. “Manis,” suara Exel terdengar serak, membuat Adhira was was sendiri. Adhira pun segera mencubit keras lengan Exel untuk menyadarkan kekasihnya itu. “Aduuh, kok di cubit Dhir?” Exel mengusap lengannya yang sedikit panas, karena cubitan Adhira yang super hot itu. “Ya Kamu! Apaan mas suaranya gitu ih,” Adhira melotot ke arah Exel. “Kenapa hmm? Takut?” Exel melingkarkan tangannya di pinggang Adhira lagi, ia tersenyum miring dan mendekatkan wajahnya ke wajah Adhira. Jangan lupakan bahwa posisi mereka saatbini masih sama, yaitu Adhira berada di pangkyan Exel. “Exel ih, Gue tendang niih,” Adhira memundurkan wajahnya, katena wajah?Exelbyabg semakin dekat. “Hahahha,” Exel mendekap tubuh mungil Adhira erat. Kemudian Exel berdiri sambil menggendong adhira di depan seperti koala. “Eeeh,” Adhira yang terkejut pun langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Exel. Exel juga menahan kaki Adhira dan menuntunnya untuk melingkar di pinggangnya. Exel membawa Adhira ke kamar mereka? Maksudnya kamar Exel. Exel segera menyambar tas mereka berdua dan keluar untuk menuju mobil Exel. “Xel turunin!” Adhira menepuk bahu Exel, menyuruhnya untuk menurunkan tubuhnya. “Iya ntar di mobil,” Ucap Exel santai. Adhira pun melotot mendengar jawaban dari exel ini, apa kata tetangga apartemen Exel nanti, jika melihat mereka dengan posisi seperti ini? Dan apa ini? Jangan lupakan mereka yang memakai seragam SMA? Oh tidaaaaak. “Exeeel gak usah aneh-aneh ya! Turunin Gue sekarang!” Adhira memukul-mukul bahu dan d**a Exel, kakinya juga bergerak tak beraturan. Exel sendiri sampai di buat kualahan oleh tingkah Adhira ini. Akhirnya mau tak mau, Exel harus menurunkan tubuh adhira. Sebenarnya hal itu juga lebih baik baginya, karena tingkah adhira yang tak bisa diam saat di dalam gendongannya juga membuat sesuatu dalam dirinya bangun. Itu sangat menghawatrkan bukan teman-teman sekalian? Hahah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN