'Mengunjungi' Papa

1765 Kata

Mataku memanas saat mengusap nisan bertuliskan nama papa. Bunga yang tadi kubeli, perlahan kutabur merata di seluruh permukaan makam yang sangat terawat itu. Aku memang secara khusus membayar penjaga makam yang bertugas di blok pemakaman papa. Untuk tak membiarkan ilalang tumbuh di atasnya, seperti makam tak terawat. Aku sendiri secara rutin selalu berkunjung di setiap libur kuliah, ataupun waktu senggang lainnya. Karena kalau bukan aku, siapa lagi yang akan memperhatikan makam papa? Hanya aku yang beliau punya. Tidak usah bertanya tentang isteri yang kini sudah menjadi mantan, karena mama sudah pasti tak pernah peduli lagi. Selagi masih hidup di saat sakitnya saja, papa sudah tak dihiraukan lagi olehnya, apalah lagi sekarang. “Assalamualaikum, Pa. Bagaimana keadaan papa hari ini?” Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN