Aku mengirimkan tatapan tajam pada Sendy dan Chyntia secara bergantian. Jujur, aku tak suka dengan cara mereka yang seperti ini. Seingatku, aku sudah pernah mengatakan pada mereka kalau antara aku dan Erlangga, tak ada hubungan apa-apa. Aku bahkan juga secara gamblang mengatakan kalau aku tak tertarik pada pria itu. Lalu, apa artinya semua ini? Kenapa mereka malah ngeyel berusaha untuk mendekatkan kami? apa aku terlihat sebercanda itu di mata mereka? “Sejak di kampus kemarin lusa, dia sudah minta no telpon aku dan Chyntia untuk berjaga-jaga. Tadi, aku nggak sengaja nelpon dia dan bilang kalau kamu mau datang ke sini, jadinya dia pengen datang juga,” bisik Sendy, berusaha menjelaskan dengan singkat sebelum Erlangga makin mendekat. Aku hanya mendecih. Siapa pula yang mau percaya dengan ala

