Wajah kami seketika saling menjauh. Aku menatap mama dengan kening berkerut. Kok, bisa wanita itu tiba-tiba datang tanpa terdengar suara mobilnya? Sementara om Bram, ah tidak, bang Bram, yang tadinya sempat terkaget, tampak berusaha bersikap biasa saja. padahal, gaya mama seolah tengah memergoki pasangan selingkuh yang ketahuan m***m di semak-semak. “Malam, Nav. Baru pulang?” Pria dengan tatapan mata yang meneduhkan itu, menyapa mama dengan sikap wajar. “Heleh, basa-basi! Kalian pasti senang sekali, kan, kalau aku tak pulang sekalian? Supaya kalian bebas berbuat yang tidak-tidak di rumahku sendiri?” Hardik mama, namun dengan tatapan mata yang lebih banyak terarah padaku. “Jangan khawatirkan itu, Nav. Aku akan berusaha menjaga Adrianna tetap utuh hingga waktunya nanti. Tidak akan pernah

