Kejutan Untuk Mama

1561 Kata

Aku bergegas ke luar gerbang dengan perasaan cemas. Om Bram mengatakan sudah ada di gerbang depan sejak lima menit tadi. Padahal aku sudah menegaskan agar ia tak perlu datang menjemput. Tapi duda keren itu tampknya tak mengindahkan sama sekali. Mama masih menyelesaikan sarapannya di dalam dan aku takut kalau ia akan memergoki kami. memang, aku sudah mengambil keputusan, tapi akan lebih baik bila untuk hari ini, mama tak perlu curiga dulu alih-alih tahu yang sebenarnya. Pria ganteng dengan tatapan mata teduh itu melebarkan senyumnya saat turun dan membukakan pintu mobil untukku. “Aku sudah bilang nggak usah jemput, Om kok masih nekat?” gerutuku saat kami sudah berada di dalam. “Masih salah lagi?” “Bukannya salah, tapi sekalian besok saja semuanya terungkap. Aku masih mau hidup tenang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN