Ketika Semua Terungkap

1911 Kata

Semua tamu yang hadir memandangi om Bram dengan mata terbelalak dan mulut yang menganga. Tentu saja. Statement yang diucapkan pria itu memang bukanlah sesuatu yang diharap untuk diumumkan olehnya. Perlahan, bergantian dari mereka melirik juga ke arahku yang tampak tenang mendengar semua itu. tak terkecuali tatapan dua sahabatku, Erlangga dan juga … mama. Wanita yang membesarkanku itu masih sempat menyungging senyum canggung, mungkin karena menganggap om Bram tengah melakukan prank padanya. “Bang? Kamu kalau becanda suka kebangetan gitu. ini … di depan banyak orang, lho.” Mama menatapnya penuh harap dengan gurat cemas yang mulai sekali kentara. Ia mengguncang lengan om Bram dan pria itu berusaha melepaskannya perlahan. “Justru karena di hadapan banyak orang, aku rasa, aku harus mengklari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN