Kuurungkan niat untuk menuruni tangga. Sejenak meredakan kekagetan yang datang bertubi tanpa pemberitahuan. Kupikir, om Bram hanya akan sekedar menunggu di parkiran seperti yang sudah aku katakan tadi siang lewat chat. Ini sampai dia nekat mendatangi lokalku, bagaimana ceritanya? Bagaimana juga, manusia–manusia yang tak kuharapkan akan saling bertemu dulu saat ini, malah sekalian berkumpul begini? Apa aku lari saja? Tapi bagaimana caranya? Tangga di depan sana itu, adalah satu-satunya akses dari dan menuju fakultas. Apa iya aku harus terjun bebas dari lantai 3 demi untuk menghindari mereka? Rasanya sudah terbayang apa yang akan menjadi komentar Chyntia dan Sendy. Tentu mereka akan kepo tingkat full mempertanyakan tentang siapa dan apa hubungan om Bram denganku. Atau jangan-jangan … merek

