Kadang, apa yang terlihat memang belum tentu mencerminkan yang sebenarnya. Aku memahami itu dengan baik. Termasuk ketika harus melihat adegan anti-mainstream yang melibatkan om Bram dan mama. Aku tahu, itu hanyalah sebuah tipu daya licik dari seorang Navia Puspita. Wanita itu ingin agar aku melihatnya. Dan ia memang berhasil. Tapi jangan salah, akulah yang ‘menyuruhnya’ melakukan itu. Sengaja aku mengetuk pintu dan memberi jeda sejenak, agar mama dapat melakukan aksi nekatnya dengan segera. Sayangnya, ia merasa melakukan itu agar aku cemburu. Tanpa tahu, kalau dirinya lah yang masuk dalam perangkapku. Om Bram setengah mendorong mama untuk melepaskan pelukan dan tautan bibir wanita itu. Om Bram menoleh padaku dan menggeleng, seolah memberi kode bahwa bukan ia yang berinisiatif melakukan i

