Terpergok?

1897 Kata

Aku hanya terdiam, merasa terkunci untuk menyanggah apa yang dikatakan Sendy. Untuk awalnya, alasan yang dikemukakan oleh om Bram memang masuk akal. Mendekati mama demi aku. Terpaksa menahan sikap gerah, menerima kemesraan mama padanya karena aku melarang untuk berterus-terang. Oke, semua itu memang benar. Namun, yang kemarin malam itu apa? Apa penjelasan paling masuk akal untuk itu? Secara mendadak tak lagi menghubungiku, tiba-tiba menghubungi mama dan mengajaknya ‘berkencan’, lalu bersikap seakan tak mempedulikan perasaanku itu, penjelasannya apa? Masih masuk akalkah kalau itu adalah efek cemburu karena Erlangga? Padahal dia juga tahu persis kalau aku tak memintanya untuk menjemput. Masalah Erlangga yang tetap nekat mendekati, apakah lantas menjadi kesalahanku? Sendy dan Chyntia mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN