Bagas menepuk punggung Andre. "Ayah, Dokter sudah bilang tidak ada masalah dengan Rambo, hanya terkilir." "Ya meskipun dokter bilang gitu, tetap saja khawatir. Seperti kamu yang khawatir dengan Ica." Tepis Andre dengan wajah yang masih terlihat khawatir. "Iya." Bagas menghela napas panjang. Ditya yang bercanda dengan adiknya menuruni tangga, melihat dua orang asing sedang duduk di ruang tunggu. Karina berbisik kalau itu owner si kambing, Ditya mengangguk dan menghampiri Bagas dan Andre. "Selamat siang," sapa Ditya. Andre dan Bagas mengangkat kepalanya, Ditya berdiri di depan mereka. "Ini kakak saya sekaligus dokter disini." Karina memperkenalkan Ditya ke dua pemilik. "Kakak... nak Karina?" Andre berdiri dan berjabat tangan dengan Ditya. "Ditya." Ditya membalas jabat tangan Andre. "

