Cerita Dewasa June

730 Kata
Keesokannya, Kayla diantar pulang oleh Marco. Mereka berangkat pagi setelah sarapan bersama. Hari itu, June bilang akan berangkat siang jadi ia masih bersama Hana hingga jam 11.00 pagi. Mereka terlihat bersantai bersama di ruang tengah sambil menonton TV. Sebenarnya Hana duluan yang menonton TV. Ia sedang menonton drama Korea lewat saluran berbayar hingga beberapa saat kemudian June bergabung sambil membawakannya salad buah dengan ekstra keju sebagai toppingnya. Mereka pun memakannya bersama. "Itu ceritanya gimana?" tanya June sambil menunjuk TV dengan dagunya. "Itu cewek sama cowok jadi tokoh di komik gitu, Om. Trus di cerita komiknya ceweknya bucin ke cowoknya." "Bucin tuh apa?" tanya June asing dengan istilah yang diucapkan gadis di sebelahnya. "b***k cinta, Om." Hana menjelaskan singkatan tren itu. "Hahaa...." June tertawa gersang. Ia malah tahunya b***k s**s. Ternyata ada juga istilah b***k cinta. "Terus gimana?" "Nah aslinya cewek itu suka sama Haru. Itu, Om.... Ganteng banget ya," gumam Hana sambil menunjuk pemeran Haru di TV. "Udah ganteng, tinggi, macho banget." June mencibir. "Ganteng dari mana coba? Gantengan juga aku. Trus emang tingginya berapa? Aku juga tinggi." Hana balas mencibir. "Tingginya 192 senti, Om." "Oh iya ya tinggi. Padahal kalau di Indo, tinggiku aja udah susah pesaing." Hana berpikir sejenak sambil melihat tubuh June. "Emang tinggi Om June berapa?" "Aku 188 senti. Pas dulu masih sekolah 185, tapi pas mulai ngegym tinggi aku nambah 3 senti." "Enak banget ya jadi orang tinggi." June tertawa. "Kadang enak, kadang nggak enak. Dulu gara-gara aku tinggi, aku disuruh masuk Angkatan Darat sama Papaku." "Beneran, Om?" "Serius, Han. Aku malah udah didaftarin. Cuma pas itu, Mamaku nggak izinin dan ngizinin aku buat lanjut kuliah. Jadi, aku kuliah jurusan hukum dan jadi pengacara kayak sekarang." "Oh gitu.... Oh ya, orang tua Om orang asli Indonesia?" June mengangguk. "Asli Indonesia dong. Cuma dari Mamaku ada turunan Jepang, Chinese gitu." "Pantes aja muka Om agak sipit." Hana berkomentar. Beberapa saat kemudian ia pun kembali menonton drama Extraordinary You. June yang ikut duduk di samping Hana pun menonton bersama. Tiba-tiba ia berceletuk. "Oh ya, sorry ya soal semalam kamu sama teman kamu jadi nonton film biru." Wajah Hana memerah. Andai Om tahu setelah menonton itu Kayla terus bertanya tentang film p***o dan ingin menontonnya. Hana pun mendesah pelan. "Nggak papa, Om. Kan aku sama temanku juga udah gede. Teman laki-lakiku di sekolah juga sering banget bahas film p***o. Ah kayaknya laki-laki sering banget ngomongin hal begituan." June terkekeh mendengar cerita Hana. "Teman kamu ada yang pacaran sampai HS nggak?" tanya June. Hana menjawab tanpa menoleh pada June. "Ada beberapa yang aku tahu. Ada juga yang kudengar malah jadi sugar dady." "Kalau kamu sendiri gimana?" tanya June yang langsung dihadiahi tatapan mata Hana. "Aku...." Hana menggeleng pelan. "nggak pernah lah, Om. Itu kan dosa." June langsung tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Hana. Itu bagus, tapi menurutnya itu lucu. "Kalau ciuman kamu pernah belum?" tanya June lagi. "Pernah," balas Hana yang langsung membuat June memperhatikannya cukup lama. June melihat bibir Hana yang terpoles lipstik natural. "Sama pacar kamu?" "Iya," balas Hana dengan lugasnya. June terdiam sejenak lalu berdecak pelan. "Kamu jangan ngomong ini ke Papa kamu ya, nanti dia marah." "Aku juga ngerti Om. Makanya aku jawab ini ke Om June aja. Om June sendiri gimana? Om sering nonton film p***o gitu apa Om pernah ngelakuin juga?" June terdiam sejenak. Antara mau menjawab atau tetap bungkam. Banyak temannya tahu hobinya cek in ke hotel untuk sekedar bercocok tanam dengan wanita yang sedang menjalin kasih dengannya. Namun, apakah ia harus menceritakannya juga pada gadis anak temannya ini? Hana menatap June saat tak kunjung mendapat balasan. Padahal ia ingin tahu, apakah Om June benar-benar tidak ada hubungan dengan ayahnya atau tidak. "Tapi jangan bilang ke Marco ya kalau aku cerita ini." Hana pun mengangguk. "Ya, aku memang pernah bahkan sering HS sama pacar-pacarku." "Pacar Om siapa?" June menatap Hana heran. Namun, kemudian memperlihatkan wallpaper hapenya. Seorang gadis cantik berfoto dengan Om June. "Ini pacarku sekarang. Namanya Aira. Dia calon dokter." "Wah keren banget. Udah cantik, mau jadi dokter pula. Om keren bisa dapatin dia." June hanya tersenyum. Entah mengapa hubungannya dengan Aira tidak terlalu bergelora lagi sejak beberapa waktu lalu? Mereka pun kembali menonton drama Korea tanpa obrolan. Begitulah kedekatan Hana dan June terus terjalin. Mereka dekat karena tinggal serumah. Sama seperti Marco yang bisa dekat dengan June. Hana pun bisa dekat dengannya, mereka memiliki kepribadian yang sama dengan ayahnya. *** Bersambung>>>>
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN