Chapter [13]

1156 Kata
"Berani sekali kau berkata tidak sopan padaku!! Saya bisa saja mencopot nametagmu dari sini lalu menendangmu keluar, kau hanya anak muda berani sekali menyuruhku ini dan itu anda pikir saya pembantumu?!"  Xiao Yu menyaksikan majikannya kumat, dia pasrah dan memilih menonton Zhang Zhenan sambil menggigit ponselnya. Pasti sebentar lagi ramai, pikir Xiao Yu. Zhang Zhenan adalah wanita dengan sumbu pendek, setitik api bisa membangkitkan mulut beracunnya tapi dokter ini menyiramnya dengan bensin. "Saya ini artis terkenal, saya bisa mendepakmu dari sini jika saya mau-"  "Kalian pergilah dari sini, berikan saya dan pasien ini privasi sehingga saya bisa merawatnya dengan baik." Dokter HuangHuang berbalik menghadap kedua perawat dan Xiao Yu mengacuhkan cerocos pasiennya, mereka patuh dan segera keluar dari tempat itu begitupun dengan Xiao Yu, dia keluar setelah perawat meyakinkannya jika majikannya butuh pengobatan ekstra, astaga sekarang Zhang Zhenan memiliki penyakit mematikan. Melihat asistennya meninggalkan dia sendirian hanya karena perintah dokter muda membuat Zhenan naik pitam, berani sekali dokter itu menyuruh orangnya seolah tidak menganggap siapa majikan disini, sok mau jadi bos rupanya. "XIAO YU!! Kembali!!" Teriak Zhang Zhenan penuh emosi karena Xiao Yu menuruti begitu saja perintah sang dokter. Tapi asisten tak tahu balas budi itu lari setelah mendengar panggilan Zhenan, sampai diambang pintu asistennya memberikan tatapan penuh penyesalan yang dibuat-buat membuat Zhang Zhenan melempar bantal kearah pintu. Sialan, sekarang dia harus terjebak dengan dokter membosankan ini. Begitu pintu ditutup hanya hening yang tersisa, suara ketukan sepatu pantofel Dokter Huang bergema saat kakinya melangkah mendekati Zhang Zhenan, sampai disamping brankar dia mengecek infus yang berjalan tak normal karena pasien itu terus bergerak seperti orang gila. Selesai dengan infusnya dokter itu mengalihkan perhatiannya pada Zhang Zhenan, menatapnya lamat-lamat seolah berusaha mengingat. Zhang Zhenan yang ditatap se-demian rupa sontak menaikkan salah satu alisnya, melihat dokter itu tak kunjung memutus kontak mata membuat Zhenan tertawa sumbang. Matanya menyipit lalu mendekatkan wajahnya ke dokter itu. "Saya mengerti jika saya cukup tampan, tapi maaf saya tidak tertarik dengan hubungan sesama jenis. Jika anda mengajak saya berkencan ditempat ini lebih baik saya pindah rumah sakit." Seperti biasa, Zhang Zhenan yang penuh keajaiban dan kepercayaan diri. Dokter itu tersenyum culas kemudian berdecih, dia tak terkejut seperti yang Zhang Zhenan harapkan. Hampir semua orang asing yang mendengar ucapannya pasti melotot tak percaya atau bahkan mengumpat tapi tidak dengan Dokter Huang, sepertinya dokter muda itu sudah pernah bertemu dengan orang semacam Zhenan. Zhang Zhenan mendengus saat dokter itu bersikap seolah tak tertarik dengan ucapannya, dokter itu mengabaikannya dan memilih menjalankan tugasnya. Mata Zhenan memicing memperhatikan setiap gerak-gerik dokter itu, jari-jari panjang itu terlihat ahli mengoperasikan alat-alat kesehatan yang minim dalam pengetahuan Zhang Zhenan. Dibalik bulu matanya Zhang Zhenan mengintip wajah dokter muda itu, diam-diam dia memperhatikan wajah rupawan milik sang dokter ketika memeriksanya, dokter itu akan menyatukan alisnya saat menemukan atau melihat kesalahan pada pemeriksaan medisnya, dalam hati Zhenan membatin. Siapa sangka dengan rambut pendek pria itu akan terlihat tampan juga, tak ada eyeliner merah dan lainnya hanya wajah natural tapi terlihat lebih tampan berkali-kali lipat. Zhenan mendengus, dia masih ingat dengan jelas bagaimana rupa pria berhanfu merah itu. Zhang Zhenan sibuk dengan pikirannya sendiri hingga tersentak saat jari-jari panjang milik dokter menyentuh kulit dadanya, begitu dingin hingga membuat tubuhnya kaku. Kontan saja matanya langsung memicing waspada, menarik kerah bajunya dan membuat jari dokter tergelincir. Jari itu mengambang di udara, pemiliknya melayangkan protes lewat mata tapi Zhang Zhenan tidak bergeming dan tetap menarik kerah lehernya. "Tuan, saya hanya ingin memeriksa jantung anda tolong ijinkan saya." Suaranya terdengar jengkel. Zhang Zhenan mendengus sembari membuang muka. "Jangan mencari alasan, bilang saja kau mau melihat tubuhku bukan? Kau kan pria brengsek." Cetus Zhang Zhenan tanpa pikir panjang.  Sontak saja dokter itu menatap Zhenan tak percaya, wanita ini terlihat kaya dan berpendidikan tapi mulutnya seperti orang yang tidak pernah tinggal dilingkungan masyarakat, tak beradab. "Jaga ucapan anda, saya hanya ingin melaksanakan tugas saya dan akan segera pergi jadi mohon kerjasamanya." "Oh, begitu?" Tanggapan Zhang Zhenan sangat mengesalkan. Dokter itu terlihat kesal tapi masih berpura-pura sabar, hal itu membuat Zhenan tertarik, dokter itu berusaha keras mempertahankan harga dirinya tidak ada salahnya bukan jika dia bermain sebentar? Kita lihat seberapa tahannya dokter ini menghadapi dirinya. Dokter itu terlihat sedikit lega saat Zhenan patuh dan menyingkirkan tangannya, pria itu bahkan membuka kancing atasnya yang sebenarnya tidak diperlukan. Dokter itu diam dan menunggu Zhang Zhenan menyingkirkan tangannya tapi semakin lama tangan itu turun dan turun meninggalkan kancing yang terbuka satu persatu. Dokter itu mengalihkan matanya pada Zhang Zhenan dan dia menangkap wanita itu tengah menyeringai, sialan dia dipermainkan. Dokter Huang diam lalu menurunkan tangannya disisi tubuh, menggenggam jemarinya erat hingga kukunya memutih. Zhang Zhenan menyingkirkan tangannya dan kulit mulus semanis madu menyambut penglihatan Dokter Huang, pria gila itu benar-benar membuka semua kancing bajunya dihadapan orang asing. Dokter Huang tak habis pikir, dia mendengus saat melihat Zhenan berusaha menggodanya. Sialan dia bukan p****************g, tapi matanya bergetar dan tak sanggup melihat kulit yang nampak panas itu lebih lama, mendadak ruangan ber-ac itu panas dan Dokter Huang merasa gerah dibalik kemejanya. Jakunnya naik turun karena panas yang tiba-tiba menghujam tubuhnya. "Saya akan memeriksa anda nanti malam, sekarang istirahatlah dan saya akan pergi." Zhang Zhenan tersenyum picik melihat dokter itu tak nyaman, dokter itu berusaha keras membuka tempat stetoskop jarinya menggenggam keras saat melepas earphices dari telinganya. Butuh perjuangan untuk bisa membereskan peralatan medisnya sendiri, semua tertata rapi Dokter Huang segera membawa alat medisnya kedalam dekapan tapi berbagai alat medis itu terjatuh kelantai karena ulah Zhang Zhenan. Wanita itu secara tiba-tiba mendekatkan wajahnya pada Dokter Huang hingga membuat dokter muda itu terkejut dan menjatuhkan alat medisnya. Sedangkan Zhang Zhenan tertawa terbahak-bahak melihat betapa groginya dokter muda itu. "Hahaha... Apa yang aku bilang, kau memang brengsek." Zhang Zhenan mengancingkan kembali bajunya lalu turun dari ranjang untuk membantu Dokter Huang, tapi Zhenan tetaplah Zhenan, yakinlah wanita itu tak cukup baik apalagi untuk membantu kesusahan orang lain. Dengan cerdik dia mengambil salah satu alat medis yang terjatuh dilantai kemudian menyembunyikan alat itu dibelakang tubuhnya. Dokter Huang menyadari itu dan segera dia meminta Zhang Zhenan untuk mengembalikannya. Menjulurkan tangannya ke Zhang Zhenan. "Saya tak punya cukup waktu untuk bermain-main, saya masih ada jadwal operasi. Kembalikan.." Senyum licik menghiasi wajah Zhenan, wanita itu mengembalikan alat medis ke tangan Dokter Huang yang menengadah didepannya. Tapi gerakannya sangat lambat hingga membuat Dokter Huang kesal dan segera merebutnya. Raut kesal di wajah Dokter Huang membuat Zhenan terhibur, tak cukup sampai disitu, saat Dokter Huang berniat pergi dia menarik jas putih yang dikenakan dokter itu membuat dokter itu terpaksa menghentikan langkahnya. "Lepaskan saya!!" Zhang Zhenan diam tak bergeming. "Sebenarnya apa maumu?" Dokter Huang memilih mengalah. "Kembalikan anakku." Ujar Zhenan tanpa emosi membuat Dokter Huang bingung. Dokter Huang mengernyit, anak siapa yang harus dia kembalikan. Bukankah seharusnya dia yang meminta pertanggung jawaban kepada orang gila itu. Menarik jasnya hingga terlepas dari tangan Zhang Zhenan. "Bukankah seharusnya yang meminta pertanggung jawaban adalah saya? Kembalikan anakku seperti semula, sudah tiga hari ini dia tidak bisa berjalan." Huang
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN