Di malam hari Claire kembali ke loteng dan menemukan Liana tengah berdiri di ujung lantai seolah ingin terjun ke lantai bawah.
“Apa gadis bodoh itu akan bunuh diri?” gumam Claire. Saat ia berjalan perlahan dan hendak menariknya turun, Tiba-tiba ia dikejutkan dengan Liana yang berbalik dan turun sendiri dengan kemauannya.
Ia tersentak saat melihat Claire berjalan mengendap ke arahnya, itu membuat ia kehilangan pijakan dan hampir terjatuh. Beruntung Claire segera meraih tangan Liana dan menariknya.
“Apa yang kamu lakukan?” pekik Claire begitu mereka berhasil mendarat kembali ke balkon dengan aman.
“Kamu mengejutkanku.”
Claire menatap wajah Liana yang di penuhi lebih banyak memar, bahkan wajahnya bengkak di setiap sisi dan hampir tak berbentuk. Saat Claire menyatukan pandangannya ke telapak tangan Liana ia terkejut melihat tanda itu.
“Bukankah kemarin kamu tidak memiliki tanda ini? Apa sebenarnya yang sudah kamu lakukan?”
Liana segera menutupi tanda merah yang masih basah itu, “Aku membuat pria tua itu tak bisa bereproduksi untuk waktu yang lama.”
Claire terkesiap, “Luis, kepala penjara?”
Di penjara ini hanya ada dia sebagai kepala penjara c***l yang bisa memanfaatkan banyak napi rendah lain untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, Claire menebak bahwa pria yang di maksud Liana sudah pasti Simon, kepala penjara. Liana menjawab Claire dengan anggukan kepala.
“Ini sudah berakhir untukku bukan?” tanya Liana dengan derai air mata. Pertama ia di incar oleh kelompok bayaran orang yang telah menjebaknya, lalu kedua ia di incar oleh seluruh napi setelah memiliki tanda merah setelah melukai Simon.
“Apakah karena itu kamu ingin bunuh diri?”
Liana mengangguk, tapi kemudian menggeleng. Ia ingin bertahan hidup untuk Lucy, tapi dia tidak yakin apakah ia mampu bertahan di penjara ini.
“Kenapa kamu ragu-ragu? Mati bunuh diri tidak terlalu menyakitkan dari pada mati perlahan dengan penyiksaan.”
Claire ingin tahu alasan gadis bodoh ini tidak jadi melompat tadi, setiap orang pasti memiliki alasan untuk bertahan hidup.
“Aku harus tetap hidup untuk adikku yang masih menunggu diriku.”
Jawaban Liana membuat Claire ingat pada dirinya sendiri, itu membuat Claire ingin melindungi gadis yang terlihat seperti dirinya di masa lalu.
“Aku bisa membantumu, katakan padaku! Apa kamu ingin melawan atau bersembunyi dari mereka dan hidup tenang hingga hari pembebasan dirimu?”
Liana menatap penuh makna pada wanita cantik di depannya yang terlihat jauh lebih dewasa secara karakter juga umurnya dari pada Liana. Liana sempat tergerak pada pertanyaan Claire, tapi ia mulai ragu pada wanita itu.
“Jangan pedulikan aku, kamu mungkin akan mendapatkan hal buruk jika membantuku,” tolak Liana.
Claire tersenyum kecil, “Di penjara ini tidak ada yang berani menyentuhku!”
Pernyataan itu membuat Liana ingat pada dua Napi perempuan yang tidak tersentuh di penjara ini.
‘Apakah dia salah satunya,’ batin Liana dengan menatap wajah Claire penuh pertanyaan.
“Namaku Claire, apa kamu belum pernah mendengar tentang diriku?”
Tiba-tiba tubuh Liana membeku, matanya hampir tidak berkedip saat melihat Claire. Ia tahu bahwa ada dua Napi berkuasa yang bisa menolong dirinya di penjara, tapi karena sadar bahwa dirinya kini memiliki tanda merah di tangan, Liana membuang jauh pemikiran itu.
“Jadi bagaimana? Apa yang kau pilih? Bersembunyi atau menjadi kuat untuk melawan? Aku bisa mewujudkan semuanya.”
Liana segera berlutut di depan wanita itu, ia seperti menemukan pelampung pada detik ia akan tenggelam.
“Bantu aku menjadi kuat, aku akan melawan mereka!”
Claire mengangkat tubuh Liana yang sedang bersujud di depan kakinya. Ia merapikan rambut berantakan Liana dan menyelipkannya di belakang telinga putih gadis itu yang kini berubah merah muda karena pukulan.
“Mulai sekarang tinggallah di Sel Timur bersamaku. Aku akan mengajari dirimu banyak hal sebelum mengembalikan dirimu keluar untuk berburu!”
Setelah Liana resmi pindah, Claire mengeluarkan pernyataan bahwa Liana sekarang berada di bawah asuhannya. Tidak boleh ada yang menyentuh dirinya, Rachel menjadi sangat murka. Jika Liana di bawah pengawasan Claire maka itu adalah akhir dari tugasnya untuk menyiksa gadis itu.
Kepala penjara yang mendengar itu segera menuju ke sel Claire yang lebih berbentuk seperti sebuah kamar pribadi dengan banyak fasilitas.
“Ada banyak napi lain, kenapa kamu harus memilih gadis itu?” Luis dengan wajah menahan arah berusaha untuk berunding dengan Claire. Ia tahu bahwa napi ini dilindungi oleh orang yang sangat berkuasa. Claire tidak bisa ia singgung, dia adalah anak kesayangan pria kaya yang menjadi salah satu jendral terkenal di negara ini.
“Apakah Anda keberatan Luis?” kata Claire dengan menyilangkan kakinya.
Pria tua itu berkeringat dingin, tentu saja nasibnya sebagai kepala penjara akan berakhir dengan satu panggilan telepon Claire pada orang tuanya.
“Ti-tidak, tapi gadis itu juga di incar oleh pria lain yang berkuasa. Itu akan menyulitkan dirimu.”
“Aku hanya akan menahannya di sini selama setahun. Bagaimana mungkin aku membiarkan dia yang tidak tahu cara bertarung menjadi mangsa untuk orang lain.”
Setelah kepala penjara itu pergi, Liana keluar dari ruang berlatih. Ia sempat menguping pembicaraan mereka, Liana merasa heran pada kekuasaan apa yang di miliki oleh Claire hingga membuat pria tua itu bahkan menundukkan kepala saat berbicara dengan Claire.
“Apa kamu heran kenapa dia begitu takut padaku?” Claire menyadari bahwa Liana sudah melihat dan mendengar pembicaraan antara dirinya dan kepala penjara.
“Bolehkah aku tahu? Tapi jika kamu tidak ingin memberitahuku, itu tidak masalah untukku. Aku tetap berterima kasih karena kamu sudah melindungi diriku.”
“Aku adalah anak Jendral dan kakekku adalah salah satu pahlawan terkenal di negara ini. Suatu hari aku membunuh seorang pemuda dari keluarga yang berpengaruh. Dia adalah pria yang sudah memperkosa adikku hingga membuat ia bunuh diri.”
Liana membeku, “Apakah keluargamu tidak bisa mengeluarkanmu dari sini? Bukankah pria itu pantas mendapatkan hal itu?”
Claire tersenyum, “Pria itu berasal dari keluarga berpengaruh, keluarganya tak akan membiarkan diriku lepas begitu saja. Lagi pula pembunuhan adalah kejahatan yang besar. Jadi keluargaku hanya bisa menjamin aku hidup baik di sini meski tidak bisa mengeluarkan diriku.”
....
Claire adalah putri dari keluarga yang bergelut dengan dunia ketentaraan. Dia bahkan pernah menjadi anggota pasukan khusus sebelum membunuh pemerkosa adiknya. Claire melatih Liana sekeras latihan yang pernah ia dapatkan dalam ketentaraan dulu. Sebagian besar waktu Liana adalah untuk berlatih, ia akan makan dengan cepat dan tidur dalam keadaan waspada.