Niatnya, Lola ingin menjauhi Bagus. Sialnya terkadang semesta bekerja di luar kuasa manusia. Baru saja memikirkan Bagus, lelaki itu sudah muncul. “Mau ke mana atau habis dari mana?” tanya Bagus yang baru saja melangkah keluar dari elevator. Wajah Bagus terlihat sedikit kusut. Mungkin karena Bagus bangun dengan kepala berat sebagai efek dari alkohol yang diminumnya semalam. Lola mendadak merasa canggung berada di dekatnya. Akan tetapi, mati-matian Lola berusaha untuk memasang sikap normal. “Mau ke ….” Lola bingung mencari alasan. Pokoknya dia tidak mau terlibat percakapan lebih lama dengan Bagus. Takut Alpha melihat. “Ke … ruangannya Alpha.” “Hah? Ngapaian?” “Mau ngomongin soal program baru hehehe.” Lola tertawa kikuk. “Lo sendiri mau ke mana?” Lola jelas berbohong. Dia menciptakan d

