Sambil mengamati pemandangan di sekitar yang kini sudah banyak yang berubah, Arkan mengulum senyum. Istrinya ini nampak tak percaya dan menatapnya horor. Mungkin tak bisa membayangkan jika Arkan yang selama ini terlihat necis dan rapi harus berpakaian kotor dan wajah yang kecoklatan karena terik matahari. "Dijual, Mas?" Heri kembali bertanya. "Buat tiang rumah. Sama benerin dinding," terang Arkan. "Kalau itu wajar, Mas. Nggak apa-apa. Hutan nggak bakal habis kalau cuma buat rumah. Yang salah itu yang nebang buat foya-foya. Judi, main togel dan main perempuan. Kebanyakan mereka yang habis-habisan menjarah hutan." "Lah iya, dulu kan Pak Siswoyo menang togel dapat seratus juta buat nanggap ledek(lengger) tujuh hari tujuh malam." Eka yang ada di bak belakang menimpali. Terlihat ada kekesa

