Keinginan Evellyn

1308 Kata
Namun ia juga tidak berani walau hanya dengan menatap wajah Evellyn secara langsung. Bukan karena Luziana tidak menyayangi Evellyn, tapi karena Luziana merasa malu dan saat ia melihat wajah Evellyn, seketia Luziana merasa bersalah pada anak malang tersebut karena gagal dalam mempertahankan rumah tangganya. Perlahan Luziana berjalan mendekat ke arah Evellyn tanpa membuat suara apapun, takut jika Evellyn terkejut dan terbangun. Begitu berada tepat di sisi Evellyn, Luziana memandang dengan tatapan teduh nan senduh ke wajah polos Evellyn. Dan seketika air mata yang berasal dari mata Luziana tak dapat terbendung dan berhasil lolos begitu saja tanpa bisa di kendalikan. Evellyn yang memang sebenarnya belum benar-benar tertidur itu pun dapat merasakan tetesan air mata yang jatuh tepat di wajahnya. Hanya saja Evellyn tidak ingin bangun dan membuat Mamanya malu dan malah pergi. Sesekali saja, Evellyn ingin merasakan kasih sayang dan dekapan hangat dari sang Mama sama seperti anak lainnya. Tepatnya anak beruntung lainnya, yang memiliki keluarga lengkap dan bahagia. Kemudian Luziana duduk di pinggir ranjang dengan hati-hati. Luziana membelai lembut rambut Evellyn yang berserakan di wajahnya dan menyelipkannya di belakang telinga Evellyn, tak lupa Luziana membenarkan posisi selimut Evellyn yang berserakan. "Evellyn, sayang tolong maafkan Mama," lirih Luziana sembari menyeka pipinya yang basah akibat dialiri oleh air matanya. “Ini semua kesalahan Mama. Mama mohon sama kamu, jangan benci sama Mama ataupun Papa," sambungnya lagi. Dan kemudian Luziana pergi karena tidak tahan dengan hatinya yang seakan tersayat saat dia mengingat masa lalunya yang membuat Evellyn menjadi korban keegoisannya. Setelah Luziana keluar dari kamar Evellyn. Evellyn kembali membuka matanya sembari menghela nafas yang ia tahan sejak tadi ia tahan . Terlihat air mata berharga Evellyn menetes dari ekor matanya meluapkan rasa sesak yang sejak tadi terus menggerogotinya. “Sampai kapan ini berakhir?" gumam Evellyn kembali menutup matanya yang tidak mengantuk sambil mengubah posisi tidurnya. Pagi hari, Di Mansion utama, Abizar tengah bersiap-siap hendak pergi ke kantornya seperti biasa. Tiba-tiba Abizar mengingat bahwa tadi malam, ia menyimpan sesuatu di saku jasnya. Apakah itu? Benar, benda itu adalah kartu nama Evellyn yang ia dapat dari Evellyn langsung saat ia menolong Evellyn. Abizar menatap kartu nama tersebut dengan fokus dan tak terasa senyum Abizar mengembang dengan sendirinya saat Abizar membaca kartu identitas Evellyn yang ternyata adalah seorang member sanggar Karate dan juga seorang Mahasiswi Hukum dan menyimpannya dengan sangat baik di saku kemejanya. Entah apa yang saat ini dipikirkan oleh Abizar dengan senyum yang menakutkan itu. Tak lama kemudian Kiky, asisten dan juga sahabat Abizar datang dan langsung menerobos masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu atau permisi terlebih dahulu seperti biasa untuk menjemputnya. Untung saja Abizar telah lebih dulu menyimpan kartu nama Evellyn atau jika hal ini diketahui oleh Kiky maka Kiky akan mengejek dan menggodanya karena biasanya Abizar lah yang selalu menolak wanita yang ingin mendekatinya termasuk Chelsea. Chelsea merupakan mantan pacar Abizar semenjak duduk dibangku perkuliahan dikarenakan Chelsea yang haus akan popularitas diam-diam berselingkuh dengan seorang produser untuk menjadi seorang selebriti yang ternyata adalah salah satu teman Abizar. Padahal Abizar sangat mencintainya bahkan Abizar memberinya banyak uang setiap hari dan membebaskannya dalam hal berbelanja ataupun berfoya-foya. Namun setelah mengetahui hal tersebut sang produser yang diketahui bernama Hendra itu dengan tegas mencampakkan Chelsea, tidak hanya itu bahkan Hendra mengeluarkan Casandra dari agensinya. Oleh sebab itu, sampai saat ini Chelsea yang menyesali perbuatannya, masih saja berusaha mengejar Abizar untuk bisa memberinya kesempatan. Namun dengan tegas Abizar menolaknya. Tak hanya itu saja, sejak saat itu bahkan Abizar tidak ingin dekat dengan wanita manapun titik sampai peristiwa tadi malam, dimana ia dipertemukan dengan Evellyn. Flashback on... Abizar menghadiri sebuah pertemuan yang digelar oleh seorang investor yang ternyata juga mengenal Chelsea yang tak disangka sengaja menjebaknya dengan memberikan suatu obat ke dalam minuman Abizar. Dan ternyata itu adalah obat perangsang yang rencananya akan diberikan khusus di gelas milik Abizar. Abizar yang saat itu tidak didampingi oleh asistennya, tidak mengetahui hal tersebut setelah Abizar meminum habis minuman tersebut barulah ia melihat Chelsea berjalan ke arahnya dengan senyum menggoda dan dengan tatapan yang tidak bisa diprediksi. Seketika Abizar menyadari bahwa apa yang diminumnya tadi adalah minuman yang telah diberi obat oleh Chelsea. Saat obat tersebut mulai bereaksi, Abizar menjadi sangat kacau dan pengawal yang pergi bersamanya langsung menghampirinya sebelum Chelsea sampai kepada nya. Chelsea yang melihat pengawal Abizar langsung berbalik arah dan kabur. Takut jika mereka melihatnya dan mencurigainya, maka hidupnya akan berada dalam masalah. Para pengawal kali ini melepaskan Chelsea dan fokus menyelamatkan Abizar yang saat ini sedang merasakan kepanasan seperti ikan yang berada di darat. Dan agar tidak menjadi pusat perhatian banyak orang, para pengawal terpaksa membawa Abizar ke dalam mobil dan ingin membawanya ke sebuah hotel terdekat, namun Abizar menolaknya dan memutuskan berhenti di tempat yang sepi sejenak. Sedang Abizar menahan sebuah gejolak di dalam tubuhnya, Abizar menyuruh pengawalnya untuk menjaganya dari luar mobil dan mengurungnya di dalam mobil agar Abizar tidak salah dalam bertindak. Dalam kata lain Abizar ingin melawan reaksi obat tersebut dengan cara menahan diri walau itu sangat lah sulit dan juga menyakitkan. Namun para pengawal sepertinya tidak benar-benar mengunci mobil Abizar karena khawatir jika Abizar akan sulit meminta tolong. Dan pada saat itulah bertepatan dengan insiden yang terjadi pada Evellyn hingga membuatnya harus bersembunyi di dalam mobil Abizar. Flashback off... Di Cafe. "Hai cantik," goda teman-teman Evellyn yang sampai lebih dulu dari Evellyn dan kedua teman wanitanya. "Gila," Evellyn menekankan katanya. "Gimana rencana kita malam ini guys?" tanya Evellyn. "Malam ini kita ada pertarungan sama anak sebelah, Lyn. Tapi mereka mintanya yang uda sabuk hitam,” jawab salah satu teman Evellyn. "Oke guys, siapkan diri kalian untuk malam ini," ucap Evellyn berdiri dan mengangkat gelasnya "Sebagai penyemangat, aku akan traktir makanan yang kalian pesan semua," sambungnya lagi. "Gas kan kuy, jarang-jarang Evellyn mau traktir kita." ucap Renata. Ketika Evellyn hendak ke toilet, Evellyn tidak sengaja melihat seorang pelayan wanita yang tertunduk dimarahi oleh seorang pengunjung wanita. Dan terlihat wanita itu dengan sengaja menyiramkan segelas minuman kepada pelayan itu. "Dasar bodoh!" wanita itu mulai menghardik seorang pelayan wanita. "Maafkan saya Nona," ucap pelayan itu mulai menangis. Kemudian datanglah Darwin karena mendengar suara keributan, Sang pemilik Cafe. Darwin merupakan ayah dari Casandra, asisten Luziana dan merupakan teman ibunya Evellyn. "Ada apa ini?" Darwin bertanya pada pelayan wanita itu. Evellyn hanya memantau dari seberang pandangan. "Maaf Pak, Nona ini menabrak saya ketika saya berjalan ingin mengantar pesanan. Dan minumannya tertumpah di pakaian Nona ini," pelayan itu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. "Enak aja!" wanita itu mulai berteriak karena tidak terima di salahkan. "Saya gak mau tau, pokoknya kamu harus ganti baju saya," sambungnya sambil menunjuk kearah pelayan itu. Untuk menghindari tatapan orang yang berkerumun dengan kamera yang menyala, Darwin terpaksa memberikan uang ganti rugi pada wanita itu. Sebelum perempuan itu memutar arah dan berjalan, Tiara sengaja berjalan mendekat kearah belakang perempuan itu sambil memegang minuman dan Brukkkk... Perempuan itu hampir saja terjatuh ketika bertabrakan dengan Evellyn. Sebelum perempuan itu bersuara, Evellyn lebih dulu berkata, "Hei Nona, anda menabrak saya dan menumpahkan minuman saya," Evellyn tersenyum licik. Melihat itu, teman-teman Evellyn yang merasa heran pun mendekat kearahnya untuk mencari tau apa yang dilakukan Evellyn sebenarnya. Seperti yang mereka lihat, Evellyn sedang ber-acting untuk memberi pelajaran kepada seseorang. "Bukankah seharusnya anda meminta maaf, Nona?" sambungnya dengan tatapan merendahkan yang dibalas dengan tatapan sinis oleh perempuan itu yang mulai mendidih. Perempuan itu seketika membeku, tidak bisa berkata-kata dan berusaha terlihat tenang walaupun mulai tertekan. "Saya gak minta buat anda ganti rugi kok," sambungnya lagi yang menyeringai dan melipat tangannya kedepan d**a. Perempuan itu kini merasa sangat malu dan terintimidasi. Bagaimana bisa dirinya di lecehkan harga dirinya oleh seorang anak tengil. Dengan cepat dia keluar dengan wajah memerah menahan amarah. "Lihat aja, Aku akan bales kamu lebih dari ini," gumamnya yang kemudian melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Kemudian teman-teman Evellyn mengampirinya untuk meminta penjelasan. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Akankah wanita tersebut membalas Evellyn? Siapa wanita itu?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN