"Sudah selesai, jangan diungkit lagi." Tangan mbak Ida masih sibuk melipat bajuyang baru saja ia selesai jahit, ke dalam plastik. "Kiara sudah hapus nomornya juga, blokir semua sosial medianya, mbak." Mbak Ida sudah mendengar beberapa gosip yang tersebar di luar kalau aku dan Arghi sudah putus. Mbak Ida mencoba mengkonfiramsi gosip itu padaku, kebetulan hari ini aku mengambil pesanan celana yang kubeli dari anaknya mbak Ida. "Kalian musuhan?" "Kalau Kiara sama sekali gak musuhan, tapi hati Kiara rasanya masih sakit mbak, untuk saat ini Kiara tidak mau tau soal kabar orang itu, mbak." Rasanya menghapus semua akses untuk kabar yang bisa kulihat atau ku dengar soal Arghi itu adalah jalan terbaik untuk move on. Walau kata sebagian orang yang aku lakukan justru akan membuat rasa pena

