Chapter 5

2706 Kata
Kejadian yang sama dengan lima tahun silam terulang, Kim Yesung yang tak berdaya dipegangi seseorang tak asing yang tak lain dan tak bukan adalah Cho Siwon. Lelaki yang lebih tinggi darinya itu memegang tangan Yesung begitu erat, bahkan Yesung merasa sakit saking kencangnya kekangan Siwon. “…hiks… S-Siwon…” Lirih Yesung ketika celananya diturunkan oleh Changmin. “…jebal… S-siwon-ah…” Melas Yesung berharap mereka menghentikan aksi ini sekarang juga. Sepulang sekolah Siwon menariknya ke belakang sekolah dan melempar ia ke dalam gudang penyimpanan alat olahraga, di sana Siwon tidak sendiri melainkan ada Changmin dan Kangin, sedaritadi Kangin memegang handycam sementara Changmin nampak sangat menikmati penderitaan dirinya. “…ssttt, jangan berisik Yesungie baby…” Changmin meletakkan telunjuknya di bibir Yesung. Airmata terlihat membasahi kedua pipi Yesung dan sial bukannya kasihan Siwon, Kangin maupun Changmin malah bernafsu dibuatnya. “Maaf Yesung tapi aku sudah janji pada Changmin.” Bisik Siwon tepat di depan telinga Yesung. Kepala Yesung menggeleng keras, tangannya ia gerak-gerakkan dan kakinya menendang tidak jelas membuat Changmin kesusahan saat hendak membuka celana dalam lelaki manis itu. “Siwon… apapun… apapun yang kau mau… tolong lepaskan aku…” Siwon terdiam beberapa saat. “Sudah berapa kali kau bilang begitu hm?” Siwon menjilat telinga Yesung, rambut-rambut halus di tubuh Yesung meremang. “Namun nyatanya kau tetap dan terus pulang ke rumahku, kan?” Tangan Siwon masuk ke dalam kemeja Yesung. “Yesung aku mohon, sudah sering aku memperingatkanmu untuk meninggalkan rumahku.” Jari Siwon mengusap tonjolan di d**a Yesung menghasilkan lenguhan tertahan di bibir Yesung. “Apa alasannya Siwon-ah?” Siwon terdiam, tidak melanjutkan kegiatan jari di d**a Yesung. “Apa ya… hhmmm.. karena aku membencimu… aku benci kau tinggal di rumahku… terlebih melihatmu dekat dengan Appa…” SREK Kemeja sekolah Yesung robek akibat ulah Changmin. “Siwon.” Panggil Changmin membuat yang di panggil menoleh. “Ya?” Changmin menunjuk badan Yesung dan mendapati tubuh putih mulus itu terdapat banyak kissmark. “Kau melakukannya ya tadi malam?” Siwon tidak membalas pertanyaan Changmin. “Kangin, matikan handycamnya.” Titah Siwon mendapat anggukan dari Kangin. Kepala Yesung tertunduk, sekarang ia telanjang dan di tatap m***m oleh Changmin dan Kangin sementara Siwon terdiam nampak memikirkan sesuatu. “Kalian tak akan percaya jika aku meng IYA kannya, kan?” “Aku percaya-percaya saja.” Ucap Kangin sambil mengigat kejadian lima tahun lalu. Mungkin saja Siwon sungguh bernafsu pada Yesung dan memperkosanya dimalam hari saat namja manis itu terlelap. “Changmin! Ku bilang jangan menyentuhnya.” Seru Siwon kasar saat Changmin terlihat hendak menyentuh alat kelamin Yesung. “Lalu untuk apa kita membawanya kesini?” Siwon tidak menjawab, remasan tangannya di tangan Yesung terasa semakin mengerat. XXX TOK…TOK…TOK “Kyuhyun-ssi.” Heechul memanggil setelah mengetuk pintu ruang kerja Kyuhyun yang berukuran tiga kali lebih besar dari ruang kerja lainnya. Itu wajar karena Kyuhyun merupakan Chief Executive Officer di perusahaan yang bergerak di usaha manufaktur ini. Sekian lama Heechul menunggu namun tak kunjung mendapat balasan. Ia mendorong pintu yang ternyata dikunci. “Cho Kyuhyun-ssi, ada dokumen yang harus Anda tanda tangani sebelum saya pergi meeting.” Masih tak ada balasan akhirnya Heechul menyerah, ia masuk kembali ke ruang kerjanya dan Eunhyuk menatap dirinya. “Tuhkan dia memang aneh.” Heechul menghempaskan tumpukan dokumen di tangannya ke atas meja sambil mendudukan diri. “Memang dari dulu dia aneh, kan?” Eunhyuk berucap tanpa mengalihkan pandangan dari layar komputer. “Tidak Hyuk-ah, dia aneh sejak mengadopsi Kim Yesung.” Jemari lentik yang bergerak lincah di keyboard itu tehenti. “Apa maksudmu?” Kali ini Eunhyuk menatapnya. “Masa kau tidak menyadarinya sih?” Heechul menarik kursi mendekati Eunhyuk. “Aku memang tidak pernah melihat dan tidak bisa membuktikan apa-apa padamu, tapi semenjak keberadaan Yesung di rumah Kyuhyun, sikap boss kita itu berubah.” Eunhyuk mengangkat alis bingung. “Memang Kyuhyun dulu bagaimana?” Heechul terdiam cukup lama. “Kau percaya kalau dia itu pe-” “Heechul-ssi ada apa mencariku?” Mereka berdua mematung melihat sang atasan berdiri di ambang pintu. Yang paling gugup tentu saja Heechul, wajahnya pucat sekarang. “Eh itu, aku butuh tanda tanganmu.” Ucapnya banmal. “Oh, aku tanda tangani disini saya ya.” Kyuhyun masuk dan menghampiri meja Heechul. Kim Heechul menyerahkan bolpoin dan beberapa lembar kertas yang harus ditanda tangani. Kyuhyun duduk sambil melakukan tugasnya sementara Eunhyuk kembali fokus pada laporan keuangan yang sekarang ia kerjakan. “Aku pulang duluan. Ku harap jangan membicarakan selain kerjaan.” Memang benar Kyuhyun tersenyum ketika mengucapkannya, hanya saja nada suara Kyuhyun terdengar tidak bersahabat. “Sebaiknya lupakan saja yang tadi.” Eunhyuk hanya mengiyakan. XXX “Aku ingin kau menikah dengan anakku, Cho Kyuhyun.” Wanita yang merupakan Ibu Kyuhyun itu berucap pada seorang perempuan muda nan cantik, wajah perempuan itu terlihat polos dengan senyum mendamaikan hati. Malam musim semi di kediaman keluarga besar Kyuhyun sangat indah, terlebih taman belakang yang sekarang digunakan untuk acara pertemuan. Lampu-lampu berwarna-warni yang terpasang di rumput hias terlihat bekelap-kelip indah dan sangat menarik untuk ditatap berlama-lama. “Dia sudah menduda 6 tahun dan memiliki dua anak, aku rasa dia kesusahan mengurus mereka, terlebih dia bekerja setiap hari.” Lanjut Ayah Kyuhyun. Perempuan 25 tahun itu menatap bergantian suami istri lanjut usia di depannya. “Aku terserah Eomma saja.” Perempuan itu menjawab sambil menatap ke samping kanan di mana sang Ibu duduk santai sembari menyesap teh hijau. “Seharusnya kau bawa Kyuhyun kesini, aku ingin melihat dia terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah pantas anak semata wayangku bersamanya.” Ibu Kyuhyun nampak menyesal. “Maaf masalah itu, dia terlalu sibuk, sudah berkali-kali kami mengubunginya tapi tak kunjung dijawab.” Ayah Kyuhyun menyahut. “Sebentar.” Ayah Kyuhyun menjauh dari meja panjang di atas pendopo yang terletak di tengah taman. Tidak berapa lama kembali lagi. “Kyuhyun dalam perjalanan kesini.” Ucapnya antusias. “Yasudah kita tunggu saja.” Ayah perempuan itu bersuara. “Seohyunnie kelihatannya anak baik-baik dan ku rasa cocok bersama Kyuhyun.” Suara Ibu Kyuhyun kembali terdengar. “Dia cantik dan manis, dan juga sopan, ku rasa bisa mengurus Kyuhyun.” Pipi Seo Joo Hyun memerah mendengar pujian ringan yang diberikan Ibu Kyuhyun. “Semenjak ditinggal istrinya 6 tahun lalu dia kesusahan mengurus Siwon, tidak bisa membagi waktu untuk kerja dan anaknya. Padahal aku sudah menyarankan agar dia menyewa pembantu rumah tangga untuk mengurus rumah tapi dia menolak.” Jelas Ibu Kyuhyun merasa prihatin dengan kondisi anak laki-lakinya. “Aku juga sering menyarankan agar dia menikah tapi dia selalu bilang tidak punya waktu untuk mencari calon. Maka dari itu kami berinisiatif mencarikan istri untuknya.” Ayah Kyuhyun melanjutkan. “Seohyunnie tidak jadi ambil S3?” Tanya Ibu Kyuhyun sembari menatap Seohyun. “Rencananya tahun ini.” Senyum Seohyun tak pernah lepas dari bibirnya yang tertutupi lipstik tipis berwarna peach. Agak lama mereka menunggu sampai akhirnya Kyuhyun datang ke halaman belakang rumah yang sudah lama tak ia kunjungi. Matanya sedikit membulat melihat meja panjang di pendopo berisi lima manusia yang duduk di kursi sambil bercengkrama. “Kenapa menyuruhku kesini?” Kyuhyun menghampiri orang tuanya. “Duduklah.” Suruh Ayah Kyuhyun sambil menunjuk tempat di tengah-tengahnya dan sang istri. Kyuhyun duduk dan bertemu pandang dengan Seohyun. “Kami ingin kau menikah.” Untuk kedua kalinya mata Kyuhyun melebar. “Apa!?” “Dia Seo Joo Hyun dan kau bisa panggil dia Seohyun, putri satu-satunya direktur SMall.” Kyuhyun tahu Mall yang Ayahnya maskud, ia pernah sekali mentransfer barang ke sana beberapa tahun lalu, tapi ia sama sekali tidak kenal dengan Seohyun dan baru tahu kalau rekan bisnisnya dulu mempunyai anak perempuan yang kelihat masih muda. “Aku tak punya waktu untuk ini, Aboeji. Siwon pasti sudah menungguku.” Kyuhyun berdiri tapi tangannya di tahan. “Bukannya kalau kau punya istri, Siwon akan ada yang mengurus?” Kyuhyun menatap tak suka pada Ayahnya. “Aboeji, aku sudah 40 dan aku tidak lagi memikirkan istri, aku hanya ingin fokus megurus Siwon.” Kyuhyun tetap berdiri. Ditatapnya ke depan di mana Seohyun duduk dan kekecewaan nampak jelas terpancar di kedua matanya. Seohyun mendongak dan melirik Kyuhyun sekilas. “Aku tidak apa kalau Kyuhyun tidak mau.” Ia jelas kecewa, ini memang pertemuan pertamanya dengan Kyuhyun dan belum tahu menahu tentang kepribadian maupun sifat lelaki itu. Namun bolehkah ia berkata jika ia merasa nyaman dekat Kyuhyun? Kyuhyun tampan yang membuat gadis manapun tergila-gila padanya. Terlebih sifat penyayang Kyuhyun pada sang anak yang tentu semakin menambah nilai plus dari lelaki berkepala 4 itu. “Kyuhyun, kau tahu Seohyun lulusan terbaik di universitas Harvard?” Kyuhyun tidak peduli itu, ia hanya ingin segera pulang dan memeluk Yesungnya. “Aku mau pulang, Abeoji.” Kyuhyun didudukan paksa. “Mungkin kalian butuh waktu untuk saling mengenal.” “Abeoji!” Seru Kyuhyun kesal karena keputusan sepihak Ayahnya. “Aku tak butuh istri, kau tahu!? Apa perlu ku tekankan lagi, AKU TAK BUTUH ISTRI!” Nada suaranya meninggi tak peduli membuat perempuan cantik di depannya ketakutan. Ayah dan Ibu Seohyun termasuk Seohyun sendiri hanya terdiam. Sepertinya Kyuhyun memang tak butuh istri seperti apa kata lelaki itu. “Aku hanya butuh anak-anakku.” Ucapnya seolah itu final. Mata Seohyun memerah. “Kyuhyun-ssi benar. Mungkin dia tidak butuh istri dan hanya butuh anak-anaknya.” Sedaritadi kepala Seohyun hanya menunduk, orang-orang di sana jelas tidak bodoh sampai tak sadar Seohyun menangis. “Terima kasih sudah mengerti aku.” Kyuhyun berdiri. “Dan, Abeoji. Jangan pernah memutuskan sesuatu seperti ini tanpa memberitahuku. Meski aku anakmu, dan tetap akan menjadi anakmu, tapi aku punya kehidupan sendiri yang aku tak ingin siapapun mencampurinya tanpa ijinku.” Setelah itu Kyuhyun pergi. Ayah dan Ibu Kyuhyun menatap tak enak pada Keluarga Seo. XXX Jam menunjuk pukul 12.00 malam ketika Yesung membuka pintu utama rumah, ransel di punggungnya terasa berat karena membawa beberapa mantel dan barang-barang yang ia rasa akan dibutuhkan. Yesung menutup pintu sepelan yang ia bisa agar tak mengganggu penghuni di dalamnya. Kemudian Yesung berjalan, airmata menetesi setiap langkah yang ia lalui. Ia ingin terisak dan menangis keras, rasanya sangat berat meninggalkan kediaman yang sudah lima tahun ia tinggali. Namun Siwon benar, ia bukanlah anak kandung Kyuhyun dan lelaki itu memungutnya dari panti asuhan hanya karena Kyuhyun kasihan padanya. Tangis Yesung semakin kencang. Sekarang ia sudah keluar kompleks perumahan, jalanan Seoul masih terlihat ramai di tengah malam seperti ini dan ia tak tahu harus kemana. Mungkin ini saatnya ia pergi dari kehidupan Siwon. Sedari dulu Siwon sangat membencinya dan mengharapkan kepergiannya dan inilah saat itu, ia pergi walau dengan berat hati. Ia tidak ingin Siwon melecehkannya semakin menjadi. “KIM YESUNG!” Tangan Yesung ditarik, Yesung jatuh jika saja tidak ada tubuh yang menahan untuk memeluknya. “Apa yang ada dipikiranmu, hah?” Suara Kyuhyun terdengar marah menambah volume airmata yang keluar dari sepasang onyx itu. “Jawab Kim Yesung!” Bentak Kyuhyun kesal. “Aku… tidak ingin menyusahkanmu…” Kyuhyun meremas lengan Yesung. “Bodoh! Siapa bilang kau menyusahkan!?” Lampu sorot dari mobil berkali-kali mengenai mereka dan Kyuhyun tak peduli meski bahkan sekarang beberapa pasang mata menatap ke arahnya. Mereka dipinggir jalan, kau ingat? Saat Kyuhyun akan memasuki kompleks perumahan tak sengaja ia melihat sosok tak asing berlajan limbung dengan tangan yang terus-terusan menyapu airmata. Ia kenal jelas siapa sosok itu dan langsung menghampirinya, bahkan ia lupa pintu mobilnya tak ditutup. “Jangan lari dariku, kumohon.” Kyuhyun semakin memeluk Yesung. “Ayo pulang.” Saat Kyuhyun kembali syukurlah mobilnya masih di tempat. Ia segera memasukkan Yesung ke dalam mobil dan ia sendiri lekas-lekas memacu mobilnya. “Jangan berpikir bodoh, Yesung. Aku sayang padamu.” Suara isakan memenuhi mobil membuat Kyuhyun iba mendengarnya. Siwon melihat mobil Kyuhyun memasuki garasi. Sedaritadi ia berdiri di balkon lantai atas hanya untuk melihat kepergian Yesung, ia sudah bahagia melihat namja itu meninggalkan rumahnya namun seakan menelan bongkahan batu, napasnya tercekat melihat Kyuhyun tidak sendiri melainkan bersama Yesung di gendongan. Siwon kembali masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya. XXX “Aku tak tahu apa yang ada dipikiranmu, Cho Siwon.” Siwon tak berani menatap Kyuhyun. Bukan, bukannya ia tak berani melainkan malas. “Kenapa kau terus-terusan mengusir Yesung?” Kyuhyun tetap berdiri di depan Siwon duduk. “Aku tak suka dia disini.” “Sedari dulu kau mengatakan begitu! Ikhlaskan saja dia tinggal disini dan selesai.” “Mengikhlaskan itu tak semudah menghapal lagu kesukaanmu, Appa!” Siwon berdiri. “Coba berikan alasan kenapa.” Siwon menghela napas, jika saja lelaki di depannya ini bukan Ayahnya, sudah daritadi ia beri tinjuan. “Karena dia disini, bersama kita.” Kyuhyun tidak mengerti. “Jangan pura-pura bodoh Appa!” PLAK Siwon memegang pipi kirinya, sudut bibirnya berdarah membuktikan kalau pukulan Kyuhyun sekuat itu. “Apa?” Tatapan Siwon menyudutkan Kyuhyun. “Inikah balasanmu pada Ayah yang sudah susah payah membesarkanmu!?” Siwon diam. “Aku bahkan tak mengurangi uang bulananmu, tak pernah mengusirmu, lalu kenapa kau berlaku jahat pada Yesung!?” “Ooohhh… Jadi Appa menganggap membesarkanku itu, menyusahkan? Iya!?” Hampir Kyuhyun menampar Siwon lagi tapi suara lirihan terdengar di belakangnya. Ia menoleh dan melihat Yesung sudah menangis. Sering sekali anak itu menangis karena mereka. “Kyuhyun, ku mohon jangan berkelahi lagi dengan Siwon. Jika memang benar kepergianku akan membuat kalian seperti dulu, aku akan pergi.” Kyuhyun menggeleng. “Tidak sayang, jangan pergi.” Kyuhyun segera memeluk Yesung. “Aku tahu tak mungkin Siwon bersikeras mengusirku dari sini jika dia tidak punya alasan.” Yesung terisak di pelukan Kyuhyun. “Aku yakin Siwon punya alasan.” Siwon mendecih. “Baru sadar ya, kau?” Siwon meraih ranselnya lalu pergi. “Kumohon Yesung jangan dengarkan dia. Aku sangat menyayangimu.” Kyuhyun mencium kedua pipi Yesung. “Aku memang senang Kyuhyun sayang padaku, hanya saja aku tak bisa berada di sini…” Kyuhyun menatap Yesung, pelukan mereka lepas. “Aku harus pergi…” Ucap Yesung tegas dan Kyuhyun tahu sekali Yesung bertekad maka ia serius akan mewujudkan tekadnya itu. “Apa!?” Mata Kyuhyun melotot dan merah. “Aku pergi.” PLAK “Bodoh kau, Kim Yesung!” Yesung tersungkur ke lantai, ia menatap tak percaya pada Kyuhyun. “Sekali lagi kau berucap seperti itu, aku akan menghukummu.” Yesung menggigit bibirnya. “Hari ini tak usah sekolah.” XXX Heechul menatap bosan pada Eunhyuk. Lelaki yang barusaja mengecat rambutnya itu tidak mempedulikan ia yang sedaritadi dilanda bosan. “Kau ingat 5 tahun lalu?” Suara Heechul terdengar. “Diam Kim Heechul, aku tak niat mendengar gosipmu.” Ia tetap fokus pada komputer yang sudah seperti pacar baginya. “Hm, kau pasti tahu sesuatu kan?” Kali ini Eunhyuk menatap Heechul. “Tentang Kim Young Woon yang terlibat hutang dengan Kyuhyun?” Heechul mengangguk. “Media tidak tahu tentang itu. Jika saja tahu, aku yakin sampai 10 tahun ke depan Kyuhyun akan mendekam di penjara.” “Diam Heechul, mulut embermu bisa membahayakan perusahaan ini. Kau pikir jika Kyuhyun masuk penjara, apa kita masih bekerja?” Heechul mendengus. Sungguh rekan kerja seruangannya ini tak asyik sama sekali. “Aku hanya kasian pada Yesung.” Ucapnya iba. “Kenapa lagi Yesung?” Eunhyuk menyahut tanpa menatap Heechul. “Dia pasti akan sangat benci Kyuhyun kalau tahu kebenaranya.” Tak terdengar balasan lagi. “Kim Heechul sebaiknya selesaikan kerjaanmu!” XXX “Siwon, wajahmu kenapa?” Leeteuk menatap khawatir teman baiknya. “Sudah, jangan ditanya, kau kan pasti tahu kenapa.” Kangin berucap dapat anggukan dari Donghae. “Yesung minggat tadi malam tapi sial, Appa menemukannya.” Ucap Siwon dengan tatapan mengambang. “Memang apa alasanmu gigih sekali mengusir Yesung selama lima tahun terakhir?” Meski mereka sangat dekat namun Siwon tak pernah membicarakan alasan mengapa ia tak kenal lelah membuat Yesung takut pulang kerumahnya dan selalu menjahati Yesung agar namja manis itu lari saat melihat dirinya. Namun Yesung susah dilawan jika sudah melibatkan Kyuhyun. Dan tragisnya, Kyuhyun adalah Ayahnya. “Seseorang melakukan sesuatu bukan tanpa alasan, Teuk-ah.” Donghae berujar. “Sama halnya jika kau melakukan seks, alasannya pasti ingin mencari kepuasan dan mendapat anak, kan?” Kangin terkekeh mendengar perumpamaan Donghae. “Tapi apa alasan Siwon mengusir Yesung? Bukannya Kyuhyun baik?” Siwon tetap tidak menjawab. Ia membenarkan posisi duduknya ketika Guru masuk, begitupun ketiga temannya. To Be Continue
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN