GODAAN DI PAGI HARI

1126 Kata
#POV 3 “Rey, bagaimana jika kita tidak  pergi ke kampus? Aku hanya ingin menghabiskan waktuku bersamamu.” Tanya Sekar kepada Rey yang sedari tadi sibuk  mempersiapkan makanan untuk Sekar. Rey yang mendengar permintaan dari Sekar hanya bisa menarik nafas yang begitu dalam. Jika menuruti egonya, Rey juga berharap bisa menghabiskan waktunya bersama Sekar. Tetapi Rey tidak se-egois itu, Rey masih memikirkan bagaimana masa depan Sekar kedepannya. Rey paham betul dengan kondisi Sekar yang saat ini, yang  sedang tidak stabil, tetapi Rey mencoba untuk tidak menuruti semua permintaan Sekar yang jika terus dituruti maka akan membuat kuliah Sekar menjadi berantakan. “Rey? Boleh ya? Aku mohon Rey,” Sekar memasang wajahnya yang terlihat begitu memelas. Rey yang melihat orang terkasihnya memasang wajah yang sangat imut membuat hatinya hampir luluh, tetapi untung saja Rey bisa mengendalikannya, sehingga ia tidak  luluh. “Sekar … Kekasihku ….” Rey memegang tangan mungil milik Sekar dan ia mulai mengecup tangan tersebut dengan begitu lembutnya. “Aku janji … Sehabis kamu bimbingan,  kita akan menghabiskan waktu  berdua saja dan aku juga akan mengambil ijin dua hari lagi agar kita bisa lebih lama menghabiskan waktu kita,” tawar Rey kepada Sekar. Mendengar perkataan yang di ucapkan oleh Rey membuat Sekar langsung menganggukan kepalanya dan ia langsung memeluk tubuh Rey yang sangat nyaman untuk dijadikan tempat bersandar. Akhirnya dua sejoli yang sedang di mabuk asmara itu langsung menyantap menu sarapan mereka dan tak lupa Rey memperlakukan Sekar dengan begitu lembutnya. “Sekar, jangan lupa minum obatnya,” Rey menyodorkan obat anti depresan yang saat ini telah menjadi sahabat sejatinya Sekar. “Rey, aku tidak ingin meminum obat ini. aku lelah Rey,” dengan Cepat Sekar langsung menolak obat yang telah diberikan Rey kepadanya. “Sayang … di minum ya. Aku tahu kamu pasti capek dan muak dengan obat-obatan yang harus di konsumsi setiap harinya. Tetapi ini semua demi kamu Sekar.” “Aku tidak membutuhkan obat-obatan ini Rey! Aku hanya membutuhkanmu.” Rey tidak kehabisan akal untuk meminta Sekar mengkonsumsi obat-obatannya. Dengan kemampuan bujuk rayunya yang mempuni, akhirnya membuat Sekar lagi-lagi menuruti permintaan Rey. Walaupun dengan keterpaksaan, akhirnya Sekar meminum semua obat tersebut. Refleks Rey langsung memeluk Sekar, setelah ia meneguk air putih dan obat miliknya. Rey memeluk Sekar dengan penuh rasa kasih sayang, dan lagi-lagi Rey merasa begitu gagal menjadi kekasih Sekar. Karena kejadian enam bulan yang lalu, ketika Sekar mendapatkan perundungan dari orang yang telah Sekar anggap sebagai sahabatnya sendiri. Akhirnya membuat mental Sekar sedikit terguncang dan akhirnya membuat Sekar harus mengkonsumsi obat-obatan anti depresi dan beberapa terapi untuk mengembalikan diri Sekar menjadi normal kembali. Ketika mengingat-ingat masa itu membuat Rey ingin sekali menghabisi para orang jahat itu. Tetapi Rey bukanlah orang yang akan melakukan sebuah tindakan yang akan merugikan dirinya maupun orang-orang terkasihnya. Dan Rey juga paham betul dengan hukum yang ada di Negara ini. “Rey? Kamu kenapa?” Tanya Sekar kepada Rey yang sedari tadi masih memeluknya dengan begitu erat. “Tidak apa-apa Sekar. Aku hanya ingin memelukmu dan merasakan kehangatan tubuhmu.” Sekar yang mendengar perkataan yang diucapkan oleh Rey akhirnya membuatnya tersipu malu. Setelah sepuluh menit mereka berpelukan, akhirnya membuat Sekar meminta Rey untuk melepaskan pelukannya. “Rey sudah ya.” “Sebentar Sekar. Aku masih ingin memelukmu.” Pinta Rey dengan suaranya yang terdengar begitu parau. “Rey? Kamu tidak apa-apa kan?” Sambil mendongakan kepalanya, Sekar bertanya kepada Rey. Tetapi Rey berusaha untuk tidak menunjukan wajahnya yang terlihat begitu kacau. “Rey? Kamu kenapa sayangku?” Sekar yang mengetahui kondisi Rey yang sedang tidak baik, akhirnya membuatnya langsung menepuk-nepuk punggung Rey dengan begitu lembut. Sekar tidak mempertanyakan lagi apa alasan Rey bersedih seperti itu. Yang Sekar tahu saat ini adalah Rey sangat membutuhkan dirinya. “Sekar, aku berjanji tahun depan aku akan menikahimu. Dan apapun rintangannya aku yakin kita pasti bisa melewati semuanya dengan bersama-sama.” “Ya Rey. Aku yakin cinta kita yang akan menang dan aku juga yakin bahwa kita akan hidup bahagia selamanya.” “I love you Sekar.” Sebuah kecupan yang terasa begitu hangat mendarat tepat di bibir mungil milik Sekar. Sebuah kecupan yang membuat mereka berdua merasa saling membutuhkan satu sama lain. “Ih … nafas kamu bau HA HA.” Ejek Sekar kepada Rey yang sedari tadi tidak mau menggeser bibirnya. “Biarin nafasku bau, yang pentingkan kamu suka.” Balas Rey. “Kepedean kamu tu.” Cubit Sekar pada perut atlentis milik Rey, “ Dimana-mana nafas bau itu tidak di sukai sama orang-orang Rey ….” Lanjut Sekar. “Masa …? Bukannya kamu  suka sekali nyiumi ini bibirku yang seksi.” Muka Sekar langsung memerah ketika Rey mulai mengodanya lagi. “Terserah … aku tidak mendengarkanmu Rey.” Sekar mulai berlari kecil meninggalkan Rey yang masih mengoceh di dapur. “Sekar … kamu mau kemana?” “Mandi! Kata kamu kan aku harus bimbingan hari ini.” Jawab Sekar dari dalam kamar mandi yang terbuat dari tembok berwarna putih tulang dengan ukiran bunga yang terlihat begitu indah dan cantik. Mendengar kata mandi membuat Rey langsung bergegas menghampiri  Sekar yang saat itu mulai bersiap untuk berendam  dalam air hangat. Sekar tersentak begitu kaget ketika ia mulai merasakan sebuah sentuhan yang begitu hangat mulai menyentuh pinggangnya. “Rey!” Rey hanya tersenyum begitu manis ketika ia melihat Sekar yang terlihat sedikit kesal oleh tingkah lakunya. Rey merasa kecantikan Sekar akan bertambah ketika ia mulai sedikit kesal. Ya, rasa kesal yang sengaja dibuat oleh  Rey untuk menghibur Sekar. Rey paham betul dengan isi hati kekasihnya tersebut, sehingga ia akan selalu melakukan sesuatu hal yang selalu membuat kekasihnya tersebut tertawa lepas dan merasa begitu bahagia. Tanpa menghiraukan ocehan Sekar, Rey langsung membenamkan tubuhnya dalam rendaman air hangat yang dicampur oleh rempah-rempahan. “Enak sekali ….” Satu kalimat yang terucap dari mulut Rey ketika ia mulai menikmati sensasi kenikmatan berendam di air yang begitu hangat  dengan tambahan rempah-rempahan yang membuat tubuhnya terasa begitu rileks. Melihat kekasihnya yang asyik menikmati sensasi berendam di air rempah-rempah, akhirnya membuat Sekar hanya tersenyum. “Sekar ayo sini masuk.” Ajak Rey kepada Sekar yang sedari tadi masih berdiri di hadapannya. Tanpa menunggu perintah Rey untuk kedua kalinya, akhirnya Sekar langsung mengikuti Rey untuk membenamkan tubuhnya dalam kenikmatan air rendaman rempah-rempah yang terasa begitu nikmat. “Sekar ….” “Hmm ….” “Kamu cantik sekali.” “Mulai deh ini pasti ada maunya.” “Memangnya tidak boleh aku memintanya dari kamu?” Tanpa menjawab perkataan yang terlontar dari Rey, Sekar langsung memposisikan dirinya se-nyaman mungkin, dan ia mulai memberikan sebuah kode kepada Rey. Rey yang merasa mendapatkan lampu hijau dari kekasihnya, akhirnya mulai mendekatkan tubuhnya. Rey mulai menyeka rambut hitam milik sekar ke belakang daun telinganya dan ia mulai melubat bibir Sekar dengan begitu lembutnya. Sekar yang merasakan ciuman dari Rey begitu mengairahkan, membuat dirinya membalas ciuman Rey dengan begitu lembutnya. Nafas Sekar dan Rey terasa memburu. Darah dalam tubuh mereka terasa mendidih. "Rey ...," suara Sekar terdengar begitu mengairahkan dan akhirnya membuat Rey sudah siap melakukan aksinya. Sejenak Rey menundukan kepalanya dengan di ikutinya gerakan pinggul Rey yang begitu perlahan namun mengasyikan bagi Sekar. Rey mengangkat kepalanya secara perlahan dan ia tatap mata Sekar dengan begitu teduhnya. Ia dapat melihat cinta yang mengelora di dalam mata Sekar dan hal itulah yang membuat Rey tambah jatuh cinta kepada Sekar. "Akh ... Rey-" pekik Sekar ketika Rey perlahan menambah kecepatan gerakan pada pinggulnya dan tak lupa Rey juga mulai meremas dua buah aset milik Sekar yang terlihat begitu menantang. Suara erangan kenikmatan dan suara air dalam bathup membuat dua sejoli tersebut begitu menikmatinya.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN