“Widih … cantik bener kamu buu …” ucap Sekar ketika ia melihat Becca tampil begitu cantik dengan tampilan casualnya.
“Iya dong … namanya juga mau hangout ya harus cantik cetar membahana lah,” balas Becca sembari ia mulai memutar mobilnya untuk keluar dari bassement apartement Sekar.
“Hiya hiya … ini kalau ada perjaka lihat pasti langsung kepincut ini sama ibu dua anak.”
“Wihh jelas dong namanya juga Hot Mama,” Jawab Becca sambil ia mengibaskan rambutnya yang terurai begitu saja.
“a***y … ini lama-lama aku rekam aku kasih ke Papanya Adelio, Adelia ini. Mmm seru nih.”
“Wooo … ngejak gelut iki,” ucap Becca sambil tertawa terbahak-bahak – (Woo … ngajak berantem ini).
“Ampun bossqu …” ucap Sekar sambil ia menangkupkan kedua tangannya di depan d**a miliknya.
Akhirnya setelah beberapa bulan dua sahabat itu tidak pernah ketemu akhirnya kali ini mereka bisa bertemu juga. Setelah melahirkan dua bayi kembar yang lucu-lucu, Becca lebih banyak menghabiskan waktunya untuk merawat kedua anaknya, tetapi setelah anaknya sudah cukup umur dan bisa di tinggal baru Becca berani meninggalkan kedua anaknya dengan suami dan pengasuh bayinya.
“Owh iyo Bec, gimana kabarnya Adelio dan Adelia? Sehat kan?”
“Sehat tante … sehat banget malahan dan bikin pala pusing …” jawab Becca sambil ia memegangi kepalanya yang terasa pusing ketika ia mengingat tingkah laku kedua anaknya yang mau beranjak satu tahun
“Pasti lagi aktif-aktifnya ya?” tanya Sekar sambil ia langsung mengambil ponsel milik Becca yang di letakkan begitu saja di dalam mobil
“Eee … kok langsung ambil hp aku sendiri?” goda Becca pada Sekar yang langsung mengambil ponsel miliknya dan langsung melihat galeri milik Becca.
“Yo ben to. Kan Hpmu juga hpku jadi yo gak papa dong,” ucap Sekar dengan cueknya sambil ia terus melihat foto-foto Adelio dan Adelia yang begitu menggemaskan.
Becca hanya bisa tertawa dan ia tetap fokus dalam mengemudikan mobil miliknya.
“Becca … Adelia dan Adelio kenapa udah begitu besar sih …”
“Kamu kemana aja bu? udah empat bulan ini kamu gak pernah main ke rumahku dan gak pernah ngehubungi aku duluan,” keluh Becca sambil ia melirik dengan tatapan yang tajam kepada sahabtanya itu.
“Hehe maaf nyet, aku akhir-akhir ini benar-benar sibuk ee.”
“Halah tenane? Kamu sibuk kenapa? Sibuk skripsian atau sibuk mikirin hubunganmu sama Rey?”
Kata-kata yang di ucapkan Becca membuat Sekar diam sejenak dan ia melihat ke arah Becca dengan tatapan yang sendu.
Becca yang peka akan perubahan sikap sahabatnya itu akhirnya memutuskan untuk bertanya lebih dalam.
“Kalau kamu baru ada masalah ceritao ke aku, tak rungoke critamu.”
“Halah apa sih nyet … aku gak kenapa-kenapa kok,” ucap Sekar sambil ia berusaha untuk menutupi kesedihannya dari Becca.
“Nyet … uwes to koe critao sama aku. Aku itu sahabatmu dan aku paham betul sama kamu. Aku yakin ini kamu pasti baru banyak pikiran kan,” tebak Becca yang langsung membuat Sekar menatapnya dengan begitu lekat.
“Nanti aja setelah kita sampai di café baru aku akan menceritakan semuanya ke kamu,” ucap Sekar sambil ia menatap ke atas berusaha untuk tidak menangis.
“Menangislah Sekar … menangislah jika itu bisa membuatmu lega, jangan pernah kamu berpura-pura tegar sedangkan dirimu begitu rapuh. Jangan biarkan kamu membohongi dirimu sendiri dengan keterpura-puraanmu,”
“Becca …” isak Sekar dengan begitu kerasnya sambil ia mulai menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Tangisan Sekar membuat hati Becca terenyuh dan ia juga merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Sekar, karena Becca lah saksi hidup perjalan kisah cinta Sekar dan Rey mulai dari awal perkenalan Sekar dan Rey, lalu di lanjut dengan tahap penjajakan dan akhirnya menjalin hubungan sepasang kekasih.
“Bec,” panggil Sekar
“Ha? Kenapa?”
“Aku lapar …” ucap Sekar sambil cengar cengir
“Astaga nyet … aku kira kamu kenapa manggil aku, ternyata kamu kelaparan to busyet …”
“Namanya juga gejala alam nyet.”
“Iye deh iye … ya udah ini kita mau makan di café langganan kita atau real makan di resto?” tanya Becca kepada Sekar.
“Mmm … kayaknya kita cari makan di real resto aja gimana? Soalnya di café enaknya itu Cuma buat minum dan nyemil bukan buat makanan berat.”
“Oke gak papa. Kalau begitu kita mau makan dimana nih? Jangan bilang terserah kamu aja Bec. No … No … Big No untuk jawaban seperti itu oke,”
“Iya iya bu … aku mikirin dulu enaknya kita makan dimana ya.” sejenak Sekar terdiam dan ia terlihat seperti sedang berpikir untuk mencari tempat makan yang enak dan cozy juga.
“Gimana beb? Udah nemu belum kita mau makan dimana?” tanya Becca.
“Kamu mau makan yang kering-kering atau berkuah?”
“Mmm mau semua sih aku nyet, tapi aku pengen makan yang ada nasinya aja ya,” pinta Becca sambil ia memegangi perutnya yang tiba-tiba terasa begitu lapar seperti Sekar.
“Yowes nak nuw, kita makan di Mak Engking aja gimana?”
“Setuju! Aku juga udah lama ini gak makan di sana. Aku pengin banget makan gurame bakar, cumi goreng tepung, gurame bumbu rujak, pengen makan sambil nongkrong disana. Waaahhh … enak banget pasti.”
“Iya, iya kamu bener banget Bec, aku juga udah lama banget gak makan di sana.”
“Tunggu dulu, bukannya beberapa hari yang lalu waktu Rey ke sini bukannya kalian berdua habis dari Mak engking kan?” telisik Becca.
“Owh iya lupa, berati aku habis dari sana tapi sekarang pengen kesana lagi,” jawab Sekar sambil tertawa
.
.
“Bec, kamu yakin pesen segitu banyaknya?” tanya Sekar keheranan karena melihat Becca yang memesan begitu banyak makanan.
“Yakin dong … kan ini juga buat berdua jadi harus banyak lah dan aku juga tahu kalau kamu itu makannya banyak beb.”
“Iya juga sih ini buat kita berdua, tapi baru kali ini lho aku melihat kamu makan segini banyaknya,”
“Maklum say … ibu-ibu makannya banyak dan aku juga baru menyusui jadi ya … gampang lapar dan membutuhkan asupan nutrisi yang begitu banyak biar tetap strong,” ucap Becca sambil ia memperlihatkan otot lengannya
“Tapi aku seneng lho nyet melihat kamu makannya banyak dan tidak memikirkan berat badan lagi.”
“Yaaa … semenjak aku sama Luke aku jadi lebih bisa mencintai diriku sendiri nyet dan aku tidak lagi memikirkan omongan orang-orang yang memintaku untuk berdiet lah, harus inilah itu lah. Aku udah gak peduli dengan hal-hal itu tetapi sekarang yang aku pedulikan adalah kebahagianku sendiri, kesehatanku dan tentunya kesehatan dan kebahagian anak-anakku dan suamiku.”
“Kamu benar Bec. Kita seharusnya bisa lebih mencintai diri kita sendiri dan jangan pernah mendengarkan perkataan orang lain yang sifatnya toxic,” timpal Sekar yang setuju dengan perkataan yang di lontarkan oleh Becca.
“Iya Sekar … dan aku harap kamu juga seperti itu juga ya nyet, kamu harus lebih bisa mencintai dirimu sendiri dan jangan pernah kamu gubris omongan negatif orang-orang ke kamu, karena mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu dan mereka hanya iri dengan kehidupanmu,”