Rayhan menyugar rambutnya sendiri kesal. Duduk merosot sambil merutuki apa yang sudah dia lakukan. Ini pasti menjadi hari yang sangat panjang. Hari yang melelahkan. Dan dia ingin lari saja pulang kerumah. Tidak peduli seberapa jauh dia berlari. Benar apa yang dikatakan orang-orang. Penyesalan selalu datang di akhir. Tidak seharusnya Rayhan duduk disini menunggui wanita yang jelas-jelas mantan selingㅡ arghhh Rayhan tau dia salah. Disini dia yang pantas dihujat dan dihujani kata-kata pedas. Bukankah dia datang kesini hanya akan menimbulkan harapan Sivia yang masih sangat besar itu. Dan akan ada hati yang patah setelahnya. Dia juga tidak mengerti kenapa hanya ada nomor kontaknya di ponsel Sivia. Setaunya, Sivia melepaskan Rayhan dengan ikhlas karena menerima perjodohan kedua orang tuany

