Bab 10 – Joging Bertiga, Deg-degan Dua Kali

1015 Kata

Pagi itu, langit masih berwarna biru lembut. Embusan angin terasa ringan dan menyenangkan, membuat pagi di Komplek Griya Asri terasa segar. Pak RT, seperti biasa, sudah mulai keliling sejak pukul enam, tapi kali ini ada yang berbeda. Di sebelahnya, ikut melangkah seorang pria muda bertubuh tegap, memakai kaos abu-abu dan celana training hitam. Wajahnya kalem, kulit bersih, rambut cepak rapi. Siapa lagi kalau bukan Damar, anak laki-laki Pak RT. “Udah lama gak joging, Pak. Lumayan juga nih badan kaku semua,” kata Damar sambil melonggarkan bahunya. “Nah, makanya. Hidup tuh jangan cuma depan laptop. Sekali-sekali keliling komplek, ketemu warga. Biar kamu tau lingkungan,” balas Pak RT santai. Sore itu, setelah sesi joging pagi bareng Damar dan Nurlita, suasana rumah Pak RT tampak santai. Da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN