Bab 9– Joging Tipis-tipis, Deg-degan Maksimal

1016 Kata

Pagi itu, matahari belum naik sepenuhnya. Jalan komplek masih sepi, embun belum sepenuhnya hilang. Nurlita—dengan legging ketat dan crop hoodie warna pink neon—keluar rumah sambil stretching ala-ala selebgram. Earphone nyantel di telinga, tapi musik belum diputar. Fokusnya masih ngantuk. Tiba-tiba... “Pagi, Bu Nurlita!” Suara berat dan tegas itu bikin Nurlita langsung noleh. Di depannya berdiri Pak RT, lengkap dengan setelan joging biru dongker, sepatu sport baru, dan... senyum lebar yang agak bikin merinding. “Eh… Pa… Pak RT?” Nurlita sedikit kaget. “Iya. Saya sering joging muter komplek jam segini. Tumben Ibu keluar pagi?” Nurlita nyengir malu-malu. “Lagi pengin hidup sehat, Pak.” Pak RT mengangguk mantap. “Bagus itu! Ayo bareng saja, sekalian nemenin.” Nurlita langsung panik da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN