Udara di kamar hotel masih dingin. Jam di dinding menunjuk pukul 05.17 pagi. Eva sudah berpakaian rapi, memegang kunci mobil, dan berdiri di samping ranjang sambil menguap kecil. Di tempat tidur, Mr. X membuka satu mata dan menggerutu seperti anak kecil. “Baru juga sebentar. Udah mau kabur lagi?” Eva tertawa kecil, mengangkat alis sambil menyodorkan botol air mineral. “Sebentar? Mas, kita mulai dari jam sembilan malam. Ini udah subuh. Ayam aja belum berani berkokok kalau tahu kita belum tidur.” Mr. X mengangkat kepalanya, senyum malas muncul di wajahnya. “Kamu tuh ya... bisa bikin aku nyaman padahal hidupku ribet banget.” Langkah Eva hampir mencapai pintu ketika suara Mr. X terdengar, lebih berat dari biasanya. “Eva... jangan pulang dulu.” Ia menoleh, alisnya terangkat. “Hah? Mau r

