Luka Hari Ke-empat

1899 Kata

Pecah dan terluka. Dua objek paling runyam saat kita terjebak dalam kegaduhan. Sulit menerima, lalu terdiam pada sakit yang sama. Dalam derap yang semakin membingungkan, kita hanya berusaha bertahan dengan kebodohan yang mulai menguasai isi kepala. *** "Ini anggota baru kita?" ledek Kevin ketika menemukan Altair dan Sean baru saja memasuki basecamp. Mereka semua sudah berkumpul di sana. "Apa membosankan tidak memiliki seorang teman lagi?" singgung Lucas menambahkan. Membuat Deo dan Rendra hanya terkekeh. Sementara Sean sudah menatap Lucas dan Kevin garang. Altair masih terdiam di tempatnya. Memperhatikan setiap sudut ruangan, semua tempat dan segala kenangan yang terjadi di basecamp ini. Seakan semuanya semakin menyesakkan, karena dia harus segera pergi. Ini sudah hari ke-emp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN