Jika kemarahan datang setelah maaf diterima, maka ego semakin gencar menyerang isi kepala. Lalu tertampar pada keinginan nan dalam, mungkin menerima kembali menjadikan rasa itu--lebih berarti. *** Lea masih berusaha setelah satu minggu tidak melihat Altair. Tidak mendengar suara lelaki itu, tidak menemukan semua kesongongan yang biasa lelaki itu tampilkan. Kini, bagaimana sosok itu menjadi sesuatu yang berusaha Lea tahan untuk tidak menggilainya, Lea dibuat seolah-olah mati. Tidak datang ke kampus selama seminggu, mengurung diri di apartemen dan melakukan banyak panggilan untuk Altair dan mengirim pesan yang berakhir cuma-cuma. Seharusnya Lea tahu, ia menduga bahwa memang akhirnya selalu ada yang tersakiti. Tapi tidak untuk ini, setelah semua yang mereka lewati. Apa memang keb

