Kegilaan yang terus bersarang setiap kali mendambakanmu terbayang. Lalu mencoba segala cara untuk membuatmu tetap dalam pelukan. Tapi setiap perasa, selalu menemukan kemana dia menata rasa bahagianya. Lantas, tidak ada bedanya. Namamu selalu di temukannya. *** Altair sudah mengepal tangan kuat. Menatap berang lelaki di hadapannya. Sebelum berteriak gusar. "Apa yang akan kau lakukan pada kekasihku?! Menciumnya? Berpikir untuk memilikinya??!" teriak Altair berang. Dia sudah melangkah kedepan, menarik baju Pietro dengan kasar lalu memberi pukulan bertubi-tubi pada wajah yang sudah terkapar di lantai itu. Bagaimana semua kenangan buruk dulu seperti tengah tertampil kembali. Altair memukul Pietro dengan semua kemurkaanya, membalas lelaki itu berkali-kali lipat lebih banyak setiap kal

