Dalam setiap tatap yang saling bercengkrama, kita mendamba dalam setiap helaan. Meyakinkan bahwa yang kita lakukan tidak salah, lalu terkekeh karena menginginkanmu sedalam pada keinginan kita yang utama. Terimakasih-- sudah menjadikanku yang pertama. *** Pada semua kelakuan keji yang Pietro ingin lakukan padanya, Lea akan mengingat itu. Bagaimana semua sentuhan yang Pietro berikan seperti menamparnya berpuluh-puluh kali. Lea meringis--tidak peduli pada kakinya yang sudah berdarah, ia terus melangkah. Melewati jalan setapak berbatu dan berlari tanpa henti. Tidak peduli sudah sejauh apa jarak yang ditempuhnya, karena Lea harus pergi dari Pietro--sejauh mungkin. Lea tidak ingin menemuinya lagi, apa yang Pietro lakukan tidak pantas Lea sebut sebagai sahabat. Karena lelaki itu melec

