Hadiah untuk Lea

2208 Kata

Pasang surut kita lewati. Badai dan tenang kita jalani. Tawa dan bahagia silih ganti menghampiri. Jika bukan kita, maka tidak ada yang lain. Satu nama yang tak akan pernah pergi, atau berpaling. Karena dia abadi, dalam semua rangkaian yang terjadi. *** Lea membuka mata ketika sengatan matahari pagi menembus kaca bening di kamar hotel itu. Menggosok matanya perlahan, Lea menoleh. Lalu detik selanjutnya ia tercekat. Menemui Altair sudah menatapnya, ralat--menelitinya dengan penuh cengiran mengejek. Cepat Lea membungkus tubuhnya dengan selimut tebal yang tersisa. Sementara Altair, si songong itu masih bertelanjang d**a, tapi untungnya celana boker pendek sudah terbalut pada tubuhnya itu. Lea meneguk ludahnya, menyaksikan tubuh kotak-kotak dan tato yang terukir indah di tubuh Al

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN