Aku pemilik luka paling sempurna dalam cerita kita. Memerangkap dalam semua bahagia yang tak nyata, lalu meyakinkan bahwa sebenarnya memang tidak pernah ada kita. *** Altair membawa Lea memasuki kamarnya. Memberi sebotol minum untuk menenangkan tubuh bergetar itu, lalu Altair ikut duduk disebelah Lea. Menatap wajah itu dengan penuh rasa bersalah. Berandai-andai jika saja Altair mampu melewati ini semua. "Altair...kau tidak jadi ke pesta itu?" tanya Lea pertama. Lea pikir Altair pergi, tapi menemukan lelaki itu berada di taman tadi semuanya terasa menenangkan. Bagaimana ketakutan Lea seakan bisa diatasi hanya karena melihat sosok Altair melangkah kearahnya. "Aku salah jadwal. Pestanya dimulai besok, setelah mengantar Angel pulang dan mendapati pesan darimu, aku langsung berlari ke t

