Mutia sedang bermenung di kamarnya. Ia tampak sedang memikirkan sesuatu
Flaschback On
Mutia sedang sibuk dengan pekerjaannya,tiba-tiba seseorang menyapanya. Mutia tampak kaget saat tahu orang yang menyapanya. Rio mengembangan senyumnya,sementara Mutia hanya acuh dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
“maaf,silahkan lanjutkan pekerjaan anda”ujar Mutia
“pekerjaanku udah selesai kok,mereka sedang mengerjakan beberapa soal”jelas Rio pada Mutia
“oh begitu,apa ada yang bisa saya bantu?”Tanya Mutia
“tidak ada,tapi bisakah bahasanya jangan formal,aneh tau dengernya”tutur Rio
“maaf ini adalah tempat kerja,jadi memang seharusnya menggunakan bahasa formal kan” ucap Mutia tanpa melihat pada Rio
“iya,tapi tadi aku denger kamu ngobrol sama karyawan lain gak pakai bahasa formal tuh” tutur Rio
“itu karena mereka adalah teman saya”ucap Mutia sambil menulis di bukunya
“jadi aku bukan….”ucapan Rio terpotong
“bukan”jawab Mutia tegas “saya rasa,tidak ada lagi yang perlu dibicarakan,silahkan anda menlanjutkan pekerjaan anda”titah Mutia
“apa kamu masih marah….”lagi-lagi ucapannya di potong Mutia
“saya rasa,anda tidak perlu tahu dan itu juga bukan urusan anda”ujar Mutia yang sudah mulai habis kesabarannya
“bisa,tolong dengerin aku dulu!”mohon Rio
“maaf saya masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan”elak Mutia dan hendak pergi
“MUTIA AKU INGIN MINTA MAAF”teriak Rio menggelegar yang sontak membuat riuh dan omongan semua orang. Mutia menghampiri Rio dan mengajaknya ke rooftop. Kini keduanya sudah berada di rooftop. Mereka hanya diam dan tidak ada yang berani untuk memulainya. Karena merasa jengah akhirnya Mutia yang memulai pembicaraan
“minta maaf untuk apa?”Tanya Mutia tak memandang Rio
“maaf untuk sikap aku waktu itu,harusnya aku jelasin semuanya ke kamu dari awal saat itu”terang Rio
“lalu……”ucap Mutia
“Aku menyesal…..dan benar apa yang kamu bilang,aku hancur tanpa kamu mut… Claudia mengkhianatiku….teman-teman aku pergi ditambah keluargaku juga hancur…..aku hampa….aku hilang arah….aku seperti orang gila cari kamu….dan”ucap Rio frustasi seraya membalikkan tubuh Mutia untuk menghadapnya
“dan aku sadar…..dari dulu bahkan sampai saat iniaku cinta dan sayang sama kamu”ucap Rio
“tolong simpan kata –kata cinta anda itu,sebab antara kita semuanya sudah selesai dan sejak saat itu hingga kini aku sudah baik-baik saja,jadi anda tidak perlu membuang waktu untuk meminta maaf kepada saya”ucap Mutia sarkas
“tapi Mut……aku”ucapan Rio tepotong
“sudah cukup….sebaiknya anda kerjakan pekerjaan anda dan anggap kita tidak pernah saling mengenal”ucap Mutia tegas kemudian pergi begitu saja meninggalkan Rio yang sebenarnya masih ingin berbicara dengannya.
Flashback Off
Mutia hanya bisa menangis dalam diam saat mengingat masa lalunya. Jika untuk remaja seumurannya saat itu yang namanya cinta monyet adalah pengalaman yang bisa dikatakan penuh dengan makna,sementara ia harus mengalami kisah yang pada akhirnya justru membuatnya sakit hati dan membuatnya sedikit trauma pada laki-laki yang menyatakan cinta kepadanya. Tiba-tiba telepon genggamnya berdering,kak chacha yang menelponnya.
“halo kak”sapa Mutia
“Muuuut….lagi apa?”Tanya Kak chacha
“enggak ada kak,ada apa kak?”Mutia balik Tanya
“besok pagi kita ada seminar di SD Tunas Bangsa 01, kamu bisa pergi ya!”pinta Kak chacha
“oke deh kak…eh tapi bahan-bahan seminarnya gimana kak?” Tanya Mutia
“tadi kakak udah minta tolong mas is untuk siapin bahannya,jadi besok pagi kamu jam delapan tinggal berangkat” terang kak chacha
“oke deh….oh iya kak siapa aja yang pergi?” Tanya Mutia
“yopi kan masih sakit,jadi kemungkinan yang pergi itu kamu,kakak,mas is sama satu orang lagi…aduh kakak lupa namanya………udah ah..besok juga bisa ketemu kok,dia ikut kamu dari kantor,kalau kakak langsung dari rumah,soalnya searah sama rumah kakak”jawab kak chacha
“oke deh kalau begitu”sahut Mutia
“oke deh”ujar kak chacha dan menutup teleponnya.
Keesokan paginya,Ganesha sudah berada di depan rumah dengan cat warna kuning itu. Namun saat hendak mengetuk, pintu rumah itu terbuka menampakan sosok wanita paruh baya yang menyapanya ramah.
“eh nak Ganesha sudah datang”sapa ibu Arin
“pagi bu….”ujar Ganesha
“Mau jemput Mutia ya?..Mutianya udah berangkat pagi-pagi sekali tadi”terang ibu Arin
“kira-kira kenapa ya bu.Mutia berangkatnya pagi-pagi sekali?”Tanya Ganesha
“oh itu dia katanya hari ini ada seminar di sekolah SD Tunas Bangsa 01..tadi dia berangkatnya buru-buru sekali,sampai lupa sarapan lagi….eh kok ibu malah biarin kamu berdiri di luar sih,ayo masuk kita sarapan bareng” tutur Ibu Arin
“gak perlu bu…nanti saya sarapan dengan Mutia saja bu”tolak Ganesha lembut lalu pergi setelah berpamitan pada wanita paruh baya itu.
Dikantor Mutia merasa kesal dengan kak chacha,sebab orang yang akan ikut seminar dengan mereka adalah Rio. Ditambah Mas is sudah pergi duluan karena kak chacha membutuhkannya untuk memasang peralatan untuk seminar. Kini keduanya sedang berada di dalam perjalanan menuju tempat seminar menggunakan mobil yang disiapkan kantor dimana Rio lah yang menyetir. Mutia tampak gelisah dan agak sedikit tidak nyaman dengan situasi ini, Rio pun angkat bicara dan meminta Mutia untuk tenang dan menganggap dirinya tidak ada. Mutia hanya berseringai dan berujar bahwa Rio tidak perlu menyarankan hal itupun pasti akan dilakukannya. Setelah pembicaraan itu keduanya kembali saling diam hingga sampai di SD Tunas Bangsa itu. Mutia langsung turun dari mobil dan sebelumnya meminta rio membuka bagasi moil. Saat hendak mengambil brosur dan bahan lainnya yang dibutuhkan untuk seminar,tiba-tiba seporsi bubur ayam sudah ada di depan matanya yang dipegang oleh Ganesha. Pria yang kini mengenakan jas bewarna blue sapphire itu tersenyum pada Mutia dan menyapanya.
“hai….selamat pagi cantik”sapa Ganesha
“mau apa anda ke sini?”Tanya Mutia tanpa melihat Ganesha
“harus ya, kamu Tanya itu terus…jawaban saya akan selalu sama kok” ucap Ganesha
“memang, apa jawabannya?”Tanya Mutia
“mau melihat dan menyapa calon istri” jawab Ganesha
“jangan buat mood saya hancur pagi ini ya”ucap Mutia sarkas
“jangan marah,makan dulu yuk”ajak Ganesha
“saya tidak ada waktu untuk makan”ucap Mutia acuh
Ganesha hanya tersenyum kemudian menggenggam tangan Mutia. Lalu menurunkan tumpukan brosur itu dan meletakannya kembali di bagasi mobil. Ganesha membimbing Mutia untuk duduk di bagasi mobil.
“makan dulu yuk,nanti baru kerja lagi,aku gak mau kamu sakit”ujar Ganesha lembut.Mutiapun luluh dan mengambil seporsi bubur yang berada di tangan Ganesha. Mas is yang di minta membantu tadi menghampiri keduanya, Ganesha langsung memberikan beberapa bungkus bubur ayam padanya.
“ini mas,bubur ayam buat sarapan” sapa Ganesha
“wah,mas ini paling tahu kalau kita pada lapar, makasih ya mas”ujar Mas Is dan pergi meninggalkan keduanya sambil membawa beberapa bungkus. Ganesha ikut makan bagiannya,sekilas melirik Mutia yang lahap menyantap makanannya. Ditambah dengan ekpresi yang menurutnya sangat menggemaskan. Dari jauh ada seseorang yang memperhatikan keduanya.
Rio yang baru saja kembali dari membeli roti dan minuman untuk gadis yang sedang tampak senang menyantap bubur. Pikirannya kembali mengingat memori saat bersama gadis itu. Dulu gadis itu selalu perhatian padanya namun dirinya selalu acuh dan tak peduli. Tapi saat kini melihat gadis itu ada yang memperhatikan timbul rasa tidak suka dan marah, dan merasa bahwa seharusnya ialah yang diperhatikan oleh gadis itu,ia yang seharusnya berada di sisi gadis itu kini,ia juga yang harusnya mendapatkan senyuman dan mendengar tawa gadis itu. tapi apalah daya hatinya kini yang ada hanyalah penyesalan,namun ia merasa dirinya masih pantas untuk merebut hati gadis itu lagi,sebab status Mutia dengan pria itu hanya baru calon istri. Kali ini Rio tidak akan mau menyerah begitu saja,sebab ia sudah sadar bahwa Mutia adalah yang terbaik untuknya.
“ini mas,bubur ayam buat sarapan” sapa Ganesha
“wah,mas ini paling tahu kalau kita pada lapar, makasih ya mas”ujar Mas Is dan pergi meninggalkan keduanya sambil membawa beberapa bungkus. Ganesha ikut makan bagiannya,sekilas melirik Mutia yang lahap menyantap makanannya. Ditambah dengan ekpresi yang menurutnya sangat menggemaskan. Dari jauh ada seseorang yang memperhatikan keduanya.
Rio yang baru saja kembali dari membeli roti dan minuman untuk gadis yang sedang tampak senang menyantap bubur. Pikirannya kembali mengingat memori saat bersama gadis itu. Dulu gadis itu selalu perhatian padanya namun dirinya selalu acuh dan tak peduli. Tapi saat kini melihat gadis itu ada yang memperhatikan timbul rasa tidak suka dan marah, dan merasa bahwa seharusnya ialah yang diperhatikan oleh gadis itu,ia yang seharusnya berada di sisi gadis itu kini,ia juga yang harusnya mendapatkan senyuman dan mendengar tawa gadis itu. ,namun ia merasa dirinya masih pantas untuk merebut hati gadis itu lagi,sebab status Mutia dengan pria itu hanya baru calon istri. Kali ini Rio tidak akan mau menyerah begitu saja,sebab ia sudah sadar bahwa Mutia adalah yang terbaik untuknya.
Sesaat setelah selesai keduanya sarapan,tiba-tiba mereka mendengar suara yang memanggil nama Ganesha. Rupanya sosok yang memanggil Ganesha adalah Galan.
“om,mau ngapain datang ke sekolah aku?” Tanya bocah kelas lima SD itu
“om lagi sarapan sama tante Mutia?”jawa Ganesha santai,sementara Mutia merasa geram saat mendengar dirinya dipanggil tante.
“om gak lagi pacaran kan?awas lho entar Galan bilangin eyang sama mama lho” ancam Galan pada Ganesha
“bilang aja, om gak takut kok”ucap Ganesha
“ah…..om nyebelin”ujar Galan dan meninggalkan keduanya
" maaf ya soal yang tadi"ujar Ganesha lembut
" kenapa harus anda yang minta maaf ?" Tanya Mutia
"Karena dia....itu....."ucapan Ganesha terpotong
" Maaf,sebentar lagi waktu jam kerja anda,dan anda masih saja tidak beranjak dari sini" potong Rio dan langsung menagatakan bahwa kamu di panggil kak chacha. mendengar hal itu Mutia langsung pergi meninggalkan Ganesha dan Rio.
“oh baiklah,kalau begitu saya pamit dulu”ujar Ganesha hendak berjalan menuju mobil namun langkahnya terhenti saat Rio melontarkan satu pertanyaan
“apa benar anda adalah calon suami Mutia?” Tanya Rio dengan suara sedikit berteriak. Ganesha berbalik dan menghampiri Rio
“kenapa anda ingin tahu?” Tanya Ganesha
“karena saya perlu tahu”jawab Rio
“kenapa anda perlu tahu,apakah anda adalah orang yang punya hak atas itu?” Tanya Ganesha
“iya,karena saya adalah mantan kekasihnya dan segera menjadi kekasihnya lagi”ujar Rio mencoba menggertak
“hmm(smirk), hanya mantan kekasih dan sekarang ingin menjadi kekasihnya lagi,percaya diri sekali ya anda” ujar Ganesha remeh
“tentu saya percaya diri,karena hubungan kami berdua dulu itu masih begitu membekas di hati kami berdua dan saya yakin Mutiapun masih memiliki rasa cinta yang sama seperti yang dulu pada saya dan anda itu adalah orang baru yang tidak tahu apa-apa” tutur Rio
“anda benar saya memang tidak tahu tentang masa lalu kalian berdua,tapi ada sesuatu yang yakini,bahwa hubungan kalian berdua dulu itu adalah hubungan yang begitu membekas di hati kalian seperti yang anda ceritakan tadi itu adalah sebuah kebohongan” ucap Ganesha sarkas
“anda jangan sok tahu” sangkal Rio
“mencoba menyangkal,anda ingin tahu alasannya apa?”Tanya Ganesha pada Rio.Sementara Rio hanya diam
“karena hubungan kalian berdua adalah masa lalu yang justru ingin sekali Mutia lupakan”ucap Ganesha tegas dan pergi meninggalkan Rio begitu saja.