Kendala kekuasaan dan sedikit banyaknya jumlah kekayaan membuat setiap urusan dengan keluarga Anthony menjadi selalu rumit. Alasan besar tersebut yang membuat Aryanti harus benar-benar mundur dan meredam segala keinginannya untuk memperkarakan keluarga Anthony lewat jalur hukum manapun. Bagi dia sudah mendapatkan nasib baik jika mampu lepas dari rumah megah yang selama ini memenjarakan segala gerak-geriknya. Apalagi jika sekalian sampai mampu keluar dari lingkungan itu. Nasib baik kembali melingkupi kehidupan Aryanti ketika dari dulu sampai sekarang keluarga besar dari pihak Bu Dhe Ramly tidak pernah sudi menyetujui pernikahan mereka sehingga, dari pihak keluarga itulah yang menjadi pencegah ketika Anthony bersikeras terus ingin melacak keberadaan Aryanti. Semua itu membuat kebebasan Aryanti semakin nyata di depan mata. Apalagi Aryanti dibawa kabur oleh Heru keponakan dari ayah Anthony tentu saja itu termasuk aib yang harus ditutupi bagi seluruh keluarga besar Bu Dhe Ramly. Setiap cobaan memang selalu ada hikmah dibaliknya.
Tak mampu dibayangkan betapa bahagianya akhir yang dinantikanpun telah tiba. Aryanti mampu hidup lepas dari kungkungan keluarga Anthony yang selama ini mengurungnya. Kehidupan yang membelenggu dia selama ini seolah memupuskan segala bentuk kebebasan walaupun cuma sebuah hayalan. Seolah terasa mimpi ketika kakinya benar-benar menjejak di bumi belahan yang jauh dari aroma tubuh Anthony dan seluruh keluarganya.
Tenaga Kerja Wanita adalah nama yang disematkan sebelum nama itu diganti menjadi Pekerja Migran Indonesia. Sebagian orang di kampungnya ada yang memandang murah jika menjadi Tenaga Kerja Wanita di luar negeri karena pekerjaan itu dipandang rendah. Namun Aryanti tidak perduli, karena dia berfikir hanya orang yang berfikiran Pici* yang mempunyai pandangan seperti itu. Karena memang sebenarnya yang mampu menjadi Tenaga Kerja Wanita atau sekarang lebih familiar dengan sebutan Pekerja Migran Indonesia adalah wanita-wanita pilihan yang tangguh. Wanita hebat yang rela berjuang demi keluarganya. Wanita luar biasa yang sanggup mengorbankan segala waktunya untuk tidak berkumpul dengan saudara-saudaranya, dengan orang tuanya, dengan anak dan suami tercintanya demi terciptanya impian dimasa yang akan datang.
Namun wanita super Hero itu hanya diam dengan segala pandang sebelah mata yang mereka terima. Walau pernah merasakan pandangan miring itu, akan tetapi tidak menyurutkan keinginan Aryanti untuk mengarunginya kembali. Seandainya disuruh memilih dia juga tidak mengharapkan kehidupan menjadi Tenaga Kerja Wanita lagi, namun apalah daya nasib mengharuskan dia untuk menempuh putaran roda itu kembali. Semangat yang ingin lepas dan membersihkan statusnya dari perkawinan dengan Anthony menjadi cambuk buat dia. Apalagi karena tipu muslihat Anthony kini orang tuanya juga terjerat dengan hutang.
Hong Kong adalah sebuah daerah otonomi yang pernah menjadi koloni Inggris, negara yang terletak di bagian tenggara Tiongkok di estuari Sungai Mutiara dan Laut Tiongkok Selatan. Hong Kong terkenal dengan perkembangannya yang ekspansif, pelabuhan laut dalam alami, dan kepadatan penduduk yang sangat tinggi. Sekarang ini negara ini kira-kira berpenduduk kisaran ± tujuh sampai delapan juta.
Negara yang terlihat sangat kecil di dalam peta dunia ini yang kemudian menjadi tujuan dan tumpuannya melabuhkan segala asa dan mimpi. Negara yang kini merupakan koloni dari China ini memang bak surga dunia yang seolah tak pernah mati, negara yang mampu menyedot dan menjanjikan sejuta mimpi bagi siapapun yang melihat dan mendengar ke elokan parasnya. Tak terkecuali Aryanti. Bersama dengan beberapa teman-teman wanitanya yang lain. Mereka mengikuti jejak sebagian wanita Indonesia lain yang lebih dulu Bermigrasi ke negara orang demi kehidupan yang lebih baik.
Walaupun sejak dulu Hong Kong tak pernah berbohong mengatakan kepada dunia bahwa hidup di sana sangat keras, namun tak menyurutkan hasrat dan niat Aryanti untuk melabuhkan segala impian ke sana. Empat tahun yang lalu bermodalkan tekad dan semangat yang terpatri dia mencoba keberuntungan di antara banyaknya pesaing yang juga ingin mengadu nasib di Negara yang terkenal dengan biaya hidup super mahal tersebut. Di modali Heru, Aryanti kembali mengadu nasib ke luar dari negeri yang telah melahirkan nya.
"Pertarungan hidup di Hong Kong ibarat sipnopsis superhero, dimana yang kuatlah yang akan menjadi pemenang dan yang lemah yang akan kembali pulang dengan membawa rasa gamang." Kata-kata yang sempat dia baca dalam salah satu postingan dari sebuah group yang beranggotakan Pekerja Migran Indonesia itu malah semakin menguatkan tekatnya untuk segera bergabung.
Walau banyak kabar yang sering dia dapat jika tak semua nasib sebagian Pekerja Migran Indonesia yang tak seberuntung dengan Pekerja Migran Indonesia yang lain. Bagaimana mereka harus berhadapan dengan tirani dan tak jarang hidup sebagai b***k yang kadang tidak di hargai, sehingga kadang depresipun tak lagi sanggup untuk mereka hindari. Bahkan kadangkala bukannya empati yang didapatkan mereka, namun tak sedikit cacian dan hinaan yang terlontar dari mulut-mulut tak bertanggung jawab yang kadang menghujat menghakimi mengatakan bahwa iman mereka tak setebal isi dompet yang mereka lipat.
Benar saja tekanan hidup kadang kala membuat jiwa Aryanti gampang meronta. Apalagi jika tanpa sengaja di Indonesia sang adik selalu bertanya "Kenapa kiriman sang kakak selalu telat?" Kerasnya kehidupan yang dia jalani membuat dia haus akan setitik perhatian. Kadang pikiran buruk sering meningkahi seolah merasa bahwa dia hanya dijadikan mesin pencetak uang. Seringnya dia berharap jika keluarga yang ditinggalkan tidak hanya bertanya tentang uang uang dan uang saja, namun dia juga berharap ditanya dengan penuh cinta, "Apakah kamu baik baik saja di sana?"
Seolah setiap susunan kata-kata penuh kekhawatiran yang terucap adalah sebuah embun yang amat sangat menyejukkan di tengah kegersangan jiwa.
************
Karena tekat yang gigih dari hasil yang diperoleh Aryanti kerja di Hong Kong. Akhirnya dia bisa mengurus surat perceraian yang dari awal memang Anthony tidak mau tahu menahu akan dibawa ke mana arah perkawinan mereka.
Sedangkan kehidupan Heru sendiri, untuk menjauh dari amukan keluarga Pak Dhe nya itu dia mengadu nasib di kota B karena semenjak kejadian dia kabur bersama Aryanti kehidupan keluarganya akhirnya harus lepas dari setiap kucuran dana yang diberikan keluarga Anthony. Nasib ibu beserta adik-adiknya benar-benar ada di tangan dia.
Waktu empat tahun tidak membutuhkan waktu yang lama bagi yang hanya menilai dan membaca, tapi serasa seabad bagi insan yang mengalaminya. Kini Aryanti kembali kepangkuan ibu pertiwi dengan status baru. Dunia lepas kini telah digenggamannya. 'Semoga tak ada lagi urusan dengan mantan suaminya' itu harapan yang terpatri saat kakinya menjejak kembali di tanah kelahiran tercinta. Namun ... apakah kebebasan itu akan begitu mudah dia dapat jika dia masih ada ikatan dengan salah satu dari keluarga Anthony?
Yach ... Heru