8. Punya Mata Dipakai Dong Om !!

1077 Kata
Aku mengajak Lea makan di restoran malam ini. Sebagai hadiah merayakan kepulangan Lea dari rumah sakit. Lea paling suka makan disini dengan menu spaghetti bolognese dan aku juga memesan makanan untuk ku juga. "Bun, Dokter Riki baik banget ya sama Lea." "Oh ya, gimana Lea bisa tau dia baik atau tidak ?" Naomi meminum airnya untuk melegakan tenggorokannya yang tiba-tiba kering efek cuaca panas hari ini. "Perhatian nya itu lho Bun, atau jangan-jangan dia suka sama Bunda dan Dia cuma pengen lihat Bunda selama merawat Lea." Naomi yang sedang minum tiba-tiba tersedak mendengarkan ucapan Lea barusan. "Ya ampun maaf Bun Lea bercanda. diminum lagi deh Bun." Lea terkekeh dia suka banget jahilin bundanya. "Astaga sayang jangan mulai lagi deh, nanti istrinya Dokter Riki Marah lho sama Lea dan Bunda." "Emang Dokter Riki sudah punya istri Bun ?" "Mungkin saja sudah punya sayang. Bunda tau Lea bercanda tapi kalau orang lain yang mendengarkan sekilas dan menanggapinya lain bisa panjang urusannya sayang kita di serang lho sama orang dikira Bunda perusak keluarga orang nanti." "Iya Bun, sangat mengerikan." Lea terkekeh lagi. "Takut tiba-tiba kita disiram orang lain kan Bun." "Nah itu tau, kita harus menjaga lisan kita jangan sampai melukai perasaan orang lain dengan ucapan kita." "Sebagai dokter ya wajar dong Dokter harus memantau pasiennya karena Lea adalah pasien Dokter Riki jadi dia bertanggung jawab penuh merawat Lea, coba dapat Dokter yang merawat Lea galak, cerewet Lea nyaman nggak?" Lea menggeleng kepalanya. "Nah, Dokter Riki tau bagaimana menjadi dokter yang baik dan melayani pasiennya dengan baik. Makanya Pasien yang dirawatnya cepat sembuh semua, itu buktinya dia tidak membedakan merawat pasien yang kaya atau miskin. Dia merawat dengan setulus hati buktinya hari ini Lea udah sembuh kan..?" "Benar Bun, Lea jadi bisa makan makanan favorit Lea sekarang." "Nah kalau mau jadi Dokter nanti harus menjadi Dokter yang baik, tidak membedakan pasien yang miskin dan kaya. Kalau nanti Lea dapat pasien kaya tiba-tiba baik dan perhatian sedangkan pasien miskin kita abaikan jangan seperti itu." "Siap Bun" "Jangan pula jadi Dokter cerewet nggak jelas, suka marah-marah, yang ada pasiennya jadi takut. Apa lagi pasiennya anak - anak. Mereka pasti takut dengan Dokternya dan orang-orang akan bilang jangankan berobat sama dokter Lea sadis amat katanya." "Haha.. nggak dong Bun emang Lea suka marah-marah. Lea kan hatinya baik kayak Bunda. Bismillah ya Bun semoga cita-cita Lea tercapai menjadi Dokter nanti." "Amiin. " "Naomi kenapa kalian cuma berdua saja ? mana suami mu ? Aku tidak melihat Ayah Lea disini semenjak Lea masuk rumah sakit dan pulang pun tidak nampak batang hidungnya." "Iya Dok, Ayah Lea di Semarang." "Jakarta dan Semarang dekatkan kalau naik pesawat ?" "Iya dekat banget sayangnya jalan kami sudah tidak searah lagi Dok." "Maksudnya kamu sudah bercerai ?" "Iya Dok" "Maaf aku tidak tau." Naomi tersenyum. "Nggak papa Dok aku pengen mengucapkan terima kasih sudah merawat Lea dengan baik. Naomi juga berterima kasih sama perawat yang sudah merawat Lea juga." Dokter Riki mengangguk dan Senyum Dokter Riki hari itu sangat berbeda sekali.! "Bun.." "Hah kenapa sayang !" "Mulai lagi deh melamunnya." Naomi dengan senyum manisnya. "Maaf ngomong apa tadi sayang ?" "Nanti pulangnya boleh beli eskrim ya bun ?" "Eets.. ingat pesan Dokter Riki !" "Kali ini aja boleh ya Bun, lagi pengen es krim Bun." "Iya boleh deh kali ini aja" "Makasih Bunda ku" "Sama-sama sayang ku" Naomi dan Azalea melanjutkan ceritanya. Terlihat di seberang sana terlihat Fahlefi sedang bersama dengan temannya Abiyan, Wisnu, Dafi, kecuali Chan. Fahlefi baru saja pulang dari Inggris menyelesaikan studi S2 nya kini dia disambut hangat oleh sahabatnya itu. "Ayo lah Fa, masa iya Lo udah Indonesia kita nggak ngumpul-ngumpul seperti dulu." "Ini kita udah ngumpul-ngumpul." Cemooh Fahlefi. "Bisa-bisanya Lo habis putus langsung ngilang gitu aja." Celtuk Abiyan "Siapa juga menghilang aku memang sudah merencanakan untuk melanjutkan pendidikan di Inggris." "Tau nggak semenjak Bimo si b******k itu berkhianat di belakang Lo dia nggak ada teman lagi kayaknya. Udah diblacklist semuanya. " "Kerjaannya mungkin bercocok tanam terus sama jalang itu. " Celtuk Abiyan "Haha.. " semuanya tertawa. Fahlefi menggeleng kepala melihat kelakuan temannya. "Emang nya Lo lihat Bi ? Jangan-jangan Lo sama Dila juga kek gitu." tuduh Wisnu "Icip-icip Dikit boleh dong rugi lah di anggurin seperti itu." "Heh, kirain cupu ternyata pro ?" "a***y, bisa aja Lo nuduh gue pro padahal Lo yang pro sampai-sampai Anya nggak bisa jalan Lo bikin. " Ejek Abiyan sama Wisnu. "Abisnya nagih bi, coba aja deh Lo sama Dila sekali aja, kamu akan minta lagi dan lagi." "Astaga kenapa gank ini berubah menjadi gank br*ngsek." "Hahaha.. efek Lo tinggalin ke inggris jadi nggak ada yang ingatin jadi kita suka main tidur-tiduran deh." "Eh Lo berdua aja, gue masih jadi anak yang baik-baik." "Cupu deh Lo Daf, cewek secantik Monika tapi gaya pacaran biasa-biasa aja, ah nggak asik rugi dong." "Udah-udah berisik banget sih kalian." "Eh Fa, gimana bule-bule disana pasti bohay-bohay kan pasti pada klepek-klepek kan sama Lo." "Otak Gue nggak kepikiran sampai kesana , gue fokus belajar lah ngapain juga gue celup sana sini nggak ada untungnya buat aku." "Ya ampun Fa, merubah keturunan dodol." "No bule-bule, pengen yang lokal-lokal aja." Semuanya mengangguk setuju pendapat sama Fahlefi. "Tapi Jadikan besok Fa ?" "Ini kita udah ngumpul " "Beda lah nggak asik ah Lo, kita Party-party. Kita udah mempersiapkan semuanya untuk menyambut kehadiran mu di Indonesia Fa." "Bawel kayak emak-emak deh kalian, iya atur aja deh gue kali ini ikut. Tapi ingat jangan pas hari gue di perusahaan bokap bisa di gorok leher gue karena tiba-tiba gue tepar nggak hadir di perusahaan." "Siap.. Bos." Naomi dan Lea sudah selesai makan di restoran mereka segera meninggalkan restoran ini tidak sengaja seseorang dari arah yang berlawanan yang sedang berjalan tak sengaja menyenggol bahu Naomi membuat Naomi terjatuh. "Eh Om, punya mata di pakai dong om jangan asal nyenggol aja." "Ayo Bun," Lea membantu Bundanya berdiri. "Bunda tidak papa ?" Naomi menggeleng kepalanya. Lea menatap tajam ke arah Fahlefi. "A-ak.." "Lain kali kalau lagi jalan lihat-lihat Om. " "Ayo Bun, dasar orang kaya tidak tau diri." Naomi meninggalkan Fahlefi di dalam kebekuannya. "Lea udah ah, nggak boleh ngomong seperti itu Om nya nggak sengaja lagian bunda juga nggak papa kok." "Lea lihat sendiri tadi dia nggak lihat jalan." Fahlefi mengangga mendengarkan ucapan bocah tadi mengatainya, Dia habis dari toilet benar nggak sengaja. Kenapa dia di tiba-tiba ultimate sama bocah tanpa mendengarkan penjelasannya. "Wah gue speechless gue nggak tau diri dia bilang tadi ? Aah pengen gue lakban juga tuh mulut bocah." ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN